Asean

Polisi: empat orang ditembak mati paramiliter di Thailand selatan

Pattani, Thailand (MediaNusantara.co) – Paramiliter Thailand menembak mati empat orang termasuk seorang laki-laki lansia dan seorang remaja di wilayah kerajaan ujung selatan yang dilanda kekerasan karena mereka khawatir diserang, kata polisi Senin.

Korbannya adalah sanak saudara laki-laki Muslim yang kembali dari pemakaman dengan sebuah truk, kata pengemudi kendaraan itu kepada polisi di Pattani, salah satu dari tiga provinsi paling selatan yang diganggu pemberontakan yang sudah lama berlangsung, lapor AFP.

“Pasukan angkatan darat melihat truk pickup dan memintanya agar berhenti. Mereka mendengar suara tembakan dan mengira mereka ditembaki, sehingga mereka menghantam truk itu dengan tembakan, menewaskan empat orang dan melukai lima orang lainnya,” sebut laporan polisi tentang insiden  Minggu malam tersebut.

Lansia berusia 70 tahun dan remaja 18 tahun tewas, sementara lima orang serta anak-anak terluka diantaranya berusia 14, 15 dan 19 tahun, dan seorang lansia 76 tahun.

Dua senjata ditemukan di dalam truk, meskipun laporan tersebut tidak mengungkapkan apakah salah satunya pernah ditembakkan. Polisi mengatakan pengemudi tersebut mengatakan kepada polisi bahwa senjata tersebut bukan milik siapa pun di dalam truk itu.

“Kami harus menyelidiki insiden ini secara hati-hati dan saya akan mewawancarai pasukan angkatan darat maupun korban selamat guna memastikan keadilan atas kedua belah pihak,” kata Kolonel Polisi Chonnawee Chamareuk, Kepala Polisi distrik Nongjik.

Tiga provinsi paling selatan Thailand Pattani, Yala dan Narathiwat, dekat perbatasan dengan Malaysia, telah terbiasa dengan pemberontakan kompleks, yang dilancarkan tanpa tujuan jelas.

Kehadiran ketat pasukan pemerintah didukung paramiliter bersenjata.

Menurut angka terakhir dari Deep South Watch, yang secara ketat memonitor konflik bagian selatan, hampir 5.000 orang — baik Budha maupun Muslim — telah terbunuh dan 8.300 orang luka-luka sejak kerusuhan mulai pada 2004.

Warga di wilayah tersebut mengeluhkan sejarah panjang diskriminasi terhadap etnis Melayu Muslim oleh penguasa di negara yang mayoritas penganut Budha, termasuk dugaan pelanggaran oleh angkatan bersenjata. (K004)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan