Bursa

Rupiah melemah di akhir pekan

Jakarta (Medianusantara.co) – Nilai tukar rupiah pada akhir pekan ini kembali melemah karena pelaku pasar masih mengkhawatirkan krisis utang Eropa yang belum teratasi.

Rupiah pada Jumat sore di pasar uang spot antarbank Jakarta ditransaksikan pada 8.980 per dolar AS, melemah 50 poin dibanding sebelumnya 8.930 per dolar AS.

“Indikator pergerakan pasar uang dalam negeri masih dari regional. Masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis utang mendorong pelaku pasar uang memegang dolar AS,” kata analis Tresuri Telkom Sigma Rahadiyo Anggoro.

Ia menambahkan, pada pekan ini pejabat negara kawasan Eropa mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) terkait penanganan masalah utang Yunani.

“Pelaku pasar uang mengharapkan ada fasilitas dalam menangani masalah utang, dalam KTT itu memang sudah ada beberapa fasilitas penanganan krisis namun masih belum dapat menurunkan tensi kekhawatiran pelaku pasar,” kata dia.

Selain itu, lanjut Rahadiyo, lembaga pemeringkat international Fitch rating yang menurunkan peringkat beberapa negara Eropa salah satunya Irlandia, penurunan peringkat itu menjadi salah satu katalis negatif bagi pasar finansial global.

Sementara dari dalam negeri, kata dia, beberapa perusahaan di Indonesia melakukan transaksinya menggunakan dolar AS, kondisi itu menjadi salah satu nilai tukar domestik tertekan

Meski demikian, menurutnya, nilai tukar rupiah yang berada di posisi 8.980 per dolar AS masih dinilai stabil bagi pelaku pasar dan pelaku usaha di dalam negeri.

“Posisi saat ini rupiah masih stabil bagi eksportir dan importir. Selain itu Bank Indonesia juga masih tetap menjaga nilai tukar agar tetap stabil,” kata dia.

Ia memproyeksikan, nilai tukar rupiah pada awal pekan depan, Senin (6/2) akan bergerak di kisaran 8.950 hingga 9.000 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Jumat (3/2) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah ke posisi Rp8.995 dibanding sebelumnya di posisi Rp8.892. (Antara)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan