Sains

Mobil amphibi masa depan

Jakarta (Medianusantara.co) – Kendaraan amfibi pastinya bisa digunakan di darat dan air, tapi kelebihan kendaraan bernama Phibian adalah  bisa siap dari perahu ke mobil dan sebaliknya dalam waktu singkat : 10 detik.

Perusahaan Gibbs Amphibians dari Amerika Serikat menciptakan Phibian yang menurut mereka “bisa ngebut di tol” sedangkan di air kecepatannya 30mil/jam.

Phibian diperkenalkan pada konferensi tahunanAmerican Society of Naval Engineers.

Mereka menargetkan Phibian untuk digunakan bagi urusan bisnis, penegakan hukum maupun militer.

“Bencana alam seperti gempa dan tsunami di Jepang, Thailand dan Sri Lanka maupun badai Katrina di New Orleans menggambarkan pentingya kendaraan amfibi yang mumpuni, serba guna dan efisien, ini yang dimiliki Phibian,” kata bos Gibbs Technologies, Neil Jenkins.

Cukup dengan menekan tombol, dalam waktu 10 detik empat roda Phibian “melesak” ke dalam tubuh kendaraan dan dua baling-baling keluar. Kendaraan itu berubah dari mobil ke perahu.

Sistem roda yang dapat melesak dan bentuk lambung kendaraan menandakan Phibian dapat bergerak secepat speedboat.

Phibian memiliki sistem suspensi yang dipatenkan. Kendaraan itu punya kendali yang bagus di darat bahkan untuk off road karena ground clearance-nya  (jarak permukaan tanah ke body) 16 inci.

Kendaraan itu sebagian besar bagiannya terbuat dari serat karbon sehingga bobotnya ringan.

Phibian dapat mengangkut tiga awak dan 12 penumpang dengan daya angkut 3.307 pon

Gibbs Amphibians merupakan perusahaan khusus yang mengembangkan kendaraan amfibi. Investasi perusahaan itu mencapai 200 juta dolar serta dua juta jam kerja untuk rekayasa teknologi.

Kendaraan terkenal pertama mereka adalah Gibbs Aquada, amfibi bergaya mobil sport yang dibeli miliuner Richard Branson pada tahun 2004.Harga Phibian belum ditetapkan pabrik pembuatnya (Antara)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan