Sepak Bola

Suarez Enggan Jabat Tangan Evra, MU Tekuk Liverpool

Manchester (MediaNusantara.co) – Perseteruan berbau rasial antara Luis Suarez dan Patrice Evra yang berbuntut skorsing delapan pertandingan terhadap Suarez ternyata masih berlanjut. Suarez yang untuk pertama kalinya menjalani pertandingan setelah menjalani hukuman tidak boleh bertanding menolak menjabat tangan Evra ketika Liverpool melawat ke Old Trafford, kandang Manchester United (11/02/2012).

Aroma perseteruan masih sangat terasa, pendukung MU yang mengelilingi stadion itu terus mencemooh Suarez selama pertandingan. Pemain dari kedua tim harus dipisahkan di dalam terowongan saat turun minum oleh polisi dan petugas keamanan ketika Patrice Evra berkonfrontasi dengan Suarez. perseteruan kedua pemain ini membangkitkan rivalitas paling bersejarah diantara kedua tim dan suporternya yang sejak lama merupakan musuh bebuyutan.

Dan pada akhirnya ketika pertandingan berakhir, Patrice Evra yang mengenakan ban kapten melakukan selebrasi secara berlebihan dan seperti memprovokasi penonton yang membuat beberapa pemain Liverpool seperti Martin Skrtel dan Daniel Agger berang dan mendatangi Evra sebelum dipisahkan ofisial pertandingan. Suarez sendiri memilih langusng masuk ke terowongan menuju tempat istirahat pemain.

Pertandingan sendiri berakhir untuk kemenangan MU berkat dua gol dari Rooney pada menit-menit awal babak kedua, Liverpool hanya bisa memperkecil keadaan berkat gol Suarez pada menit ke 80. Dua menit setelah babak kedua dimulai, umpan Ryan Giggs dari sisi kanan mengenai pemain muda Liverpool, Jordan Henderson. Bola kemudian jatuh pada Rooney yang tidak terkawal, dan langsung melepaskan tembakan voli menembus gawang Pepe Reina.

Tiga menit kemudian, Jay Spearing membuat blunder dan gagal menghentikan laju Antonio Valencia yang merangsek ke depan sebelum mengirimkan bola pada Rooney, yang menyelesaikan peluang tersebut dengan mudah, 2-0 untuk MU.

Dan Liverpool mengingatkan tuan rumah kalau mereka masih merupakan tim berbahaya, ketika pada suatu serangan balik umpan brilian Suarez, dapat diteruskan tembakan Johnson, tetapi tembakannya masih sedikit melebar.

United kembali mengambil kendali permainan, dan pekerjaan bagus dari Valencia yang berakhir dengan tembakan melengkung Rafael namun masih dapat dihentikan Reina, sebelum Rooney mendapat peluang dari tepi kotak penalti, di menit ke-30, sejak itu United terlihat semakin dekat dengan gol pembuka.

Dua pemain veteran, Giggs dan Paul Scholes, terhubung sempurna ketika pemain sayap itu memberi umpan yang disambut tandukan Scholes, Reina kembali menjadi penyelamat timnya ketika ia menggagalkan peluang tersebut.

Menjelang akhir babak pertama, United juga mendapat tekanan, ketika Steven Gerrard dan Martin Skrtel menebar ancaman dengan tembakan-tembakannya, dan Suarez menerobos masuk kotak penalti sebelum Ferdinand mentekelnya dari belakang.

Suarez merasa dirinya telah dilanggar, dan rasa frustasinya terlihat jelas ketika ia menendang bola ke arah penonton pada akhir babak pertama. Rekan-rekan setimnya, Daniel Agger dan Skrtel, yang sedang berada di sampingnya, bergegas mengawalnya meninggalkan lapangan di saat emosi kedua kubu sudah semakin terbakar.

Giggs melaju masuk ke area Liverpool dan melihat umpan silangnya ke tiang jauh masih dapat diamankan, ketika kubu United mengincar satu gol lagi yang akan memastikan kedigdayaan mereka.

Suarez akhirnya bisa memperkecil kekalahan pada menit ke-80, ia bergerak cepat menyambar bola yang gagal dikuasai Ferdinand, untuk mengantisipasi tendangan bebas Charlie Adam, dan melepaskan tembakan dari jarak dekat, 2-1. (WW)



Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan