Umum

Tujuh Pesawat Aerobatik Australia Mendarat di Palembang


Palembang (Medianusantara.co) Sebanyak tujuh pesawat aerobatik Pilatus PC-9A milik tim terbang Aerobatik Royal Australian Air Force (RAAF) mendarat di Base Ops Pangkalan TNI AU Talang Betutu Palembang, Jumat (10/2) pagi.

Tim ini dikawal Asisten Atase Angkatan Udara Pembantu Letnan Satu (Peltu) Marcus Bagley dengan pesawat King Air RAAF A32-339. Menurut Bagley, singgah di Palembang sebelum demo aerobatik di Bandara International Changi Singapura.

“Ada satu pesawat pendukung Hercules C130 tipe J tapi sudah langsung ke Changi. Sebelum refuel (mengisi ulang bahan bakar pesawat), kami dari Adi Sucipto Yogyakarta. Kami akan berasa selama 10 hari di Singapura,” ungkap Marcus Bagley yang mengenakan topi lebar tak lama setelah landing pukul 10.20.

Kedatangan mereka mengundang perhatian pelajar dan warga setempat di sekitar bandara lama. Mereka bersorak saling memberitahu teman-temannya ada pesawat bercat merah putih yang melintas dan hendak mendarat.


Sayangnya baik pihak Manajer PT Gapura Angkasa (Persero) Cabang Palembang Akhyar Dani Harahap tidak bisa berkomentar banyak tentang jumlah bahan bakar yang diisikan ke pesawat milik RAAF itu. 
“Fuel dari Pertamina, total liternya kami nggak tahu,” ujar Akhyar.

Rombongan pilot-pilot bule itu disambut Pelaksana Harian Danlanud yang juga Kadis Log Mayor Kal Yohanes dan Kadis Pers Mayor Adm Rohmadony dan segenap anggota Lanud Palembang.

“Kami koordinasi untuk refuel, parking pesawat di base ops Lanud Palembang,”ujar Yohanes.
Sementara Marcus Bagley kepada Sripo meminta maaf tidak bisa berkomentar banyak tentang biaya pengisian ulang bahan bakar yang dikeluarkan. 

“Semua pembayaran dilakukan RAAF secara komersial. Saya tidak dapat memberik informasi. Maaf,”jawab Bagley.

Tim ini sendiri bernama Squadron Leader terdiri dari tujuh pilot. Mereka dikomandani Letkol Dave Penton dengan anggota Mayor Matthew Plenty, Kapten Steve English, Kapten Hlenn Stegink, Kapten Coney Fischer, Kapten Jamie Braden, Lettu Steve Morris. 

“Kita siap melakukan atraksi di Singapura selama 10 hari. Di Palembang isi bensin saja. Kalau langsung ke Singapura nggak cukup fuel, jadi isi di Palembang. Cuaca di Palembang sepertinya lebih panas dari Yogyakarta. Terakhir saya ke Indonesia 2010 akrobatik pada Jakarta Expo di bandara Halim. Sama halnya seperti TNI AU ada tim Jupiter, kami tim aerobatik Australia mau ke Singapura. Tidak ada misi lain,”ujarnya.

Rombongan pilot bule itu menyempatkan diri menyantap makanan khas Palembang pempek di Base Ops Lanud Palembang. Setelah mengisi bensin mereka pun take off pukul 13.00 menuju Singapura. (Sripoku.com)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan