alt
Timur Tengah

Oposisi Suriah bertemu di Turki

alt

MediaNusantara.Co – Kelompok oposisi Suriah bertemu di Turki untuk membuat “pakta nasional” untuk menurunkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Gerakan oposisi besar Dewan Nasional Suriah (SNC), mengatakan kelompok anti Assad telah diundang untuk berkumpul di Istanbul.

Oposisi melemah karena terjadi perselisihan internal, kehilangan dukungan dari masyarakat Suriah dalam melawan pemerintah Suriah.

SNC mengatakan rapat dua hari ini akan membahas tentang kondisi obyektif di Suriah dengan seluruh kelompok oposisi, termasuk mereka yang telah keluar dari dewan.

Secara resmi, AS, Uni Eropa dan sejumlah negara di Timur Tengah mengakui SNC, seperti disampaikan wartawan BBC di Istanbul Jonathan Head.

Bagaimanapun, pada prakteknya SNC gagal untuk menjaga dukungan dari aktivis anti Assad, dan satu alasan sejumlah negara ingin mempersenjatai oposisi.

Dia menambahkan, untuk menyatukan oposisi, harus ada pergantian pemimpin SNC, sebab ketuanya yang berkantor di Paris, Burhan Ghalioun dan sekutunya berulang kali mendapatkan kritik dari anggotanya.

Pertemuan tersebut dilakukan, seiring dengan pengumuman Tentara Pembebasan Suriah dan dewan militer saingannya menyatakan akan bekerja sama untuk mengkoordinasikan seluruh aktivitas militer melawan pemerintah Suriah.

Selain itu juga “Sahabat Suriah ” akan bertemu pada 1 April di Istanbul.

Jadi, membuat gerakan oposisi yang diakui merupakan prioritas utama dari aktivis anti Assad untuk mendapatkan lebih banyak dukungan.

Dukungan Rusia dan Cina

Rusia mengatakan mendukung utusan PBB untuk misi Suriah, Kofi Annan.

Selama pembicaraan di Moskow, Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan langkah ini mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari “perpanjangan dan perang sipil berdarah” di Suriah.

Dia juga mendesak Annan, PBB dan utusan Uni Afrika untuk Suriah, untuk bekerja dengan Damaskus dan oposisi untuk menghindari kekerasan.

Annan telah mengusulkan enam rencana perdamaian, yang meminta pasukan pemerintah untuk menghentikan penggunaan senjata di wilayah pemukiman penduduk.

Dia juga menginginkan agar pemberontak bersenjata untuk menghentikan serangan mereka.

Annan juga akan berkunjung ke Cina.

Sebelumnya, Rusia memveto dua resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap krisis Suriah, tetapi pekan lalu, bersama Cina, negara itu mendukung pernyataan PBB untuk misi yang diemban Annan.

Di sejumlah wilayah Suriah, kerusuhan terus berlanjut, dan pemantau HAM Human Rights Watch menuduh pasukan pemerintah menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup.

Aktivis melaporkan penyerangan dan kerusakan di wilayah Homs, menewaskan setidaknya lima orang.

Serangan juga terjadi di Hama, dan tank terlihat di jalanan di Nawa, seperti disampaikan oleh Komite Koordinasi Lokal.

Lebih dari 50 orang dilaporkan tewas dalam serangan atau penembakan pasukan keamanan pada Sabtu, sebagian besar berada di Homs.

PBB mengatakan konflik telah menewaskan lebih dari 8.000 jiwa. Sementara itu, pemerintah Suriah menuduh kekerasan “kelompok teroris” dan mengatakan sekitar 3.000 anggota pasukan keamanan tewas. (BBC)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan