alt
Polkam

Buruh kota/kabupaten Bekasi bergerak menuju DPR

altBekasi (MediaNusantara.Co) – Ribuan buruh dari berbagai aliansi di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bertolak menuju gedung DPR RI Jakarta guna menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak, Jumat.

“Kami kumpul di simpang pintu tol Bekasi Barat Jakarta-Cikampek, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, mulai pukul 09.00 WIB dan bergerak ke DPR semua,” kata koordinator aksi Forum Solidaritas Buruh Kota Bekasi, Masrul Zambak, di sela persiapan aksi.

Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Bekasi itu, aksi tersebut akan diikuti oleh Aliansi Buruh Bekasi Bergerak (BBB) dan Aliansi Sekretariat Bersama (Sekber) asal Kabupaten Bekasi.

“Seluruh massa yang sebelumnya difokuskan untuk menutup akses tol akan kita ajak menuju Jakarta. Kita pantau dulu keputusan pemerintah terhadap BBM akan seperti apa. Jika harga BBM tetap dinaikan, tidak menutup kemungkinan tol kita tutup dari arah Jakarta,” katanya.

Menurut dia, FSBKB memiliki misi untuk menyerahkan hasil pengumpulan dukungan dewan setempat untuk menolak kenaikan BBM.

“Kita ingin buktikan bahwa buruh bisa berjuang tidak hanya untuk masalah upah, tapi juga BBM yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan dewan dari setiap daerah bisa menentukan langkah final pemerintah untuk menaikan harga BBM per 1 April mendatang karena dewan di daerah adalah perwakilan langsung masyarakat Indonesia.

Secara terpisah koordinator Aliansi Sekber Kabupaten Bekasi, Nining Elitas, mengaku menggerakan ribuan buruh dari berbagai daerah di Jabodetabek menuju Jakarta.

“Mereka berasal dari berbagai serikat pekerja, seperti KSPSI, Kasbi, dan lainnya. Kita berkumpul di Taman Ria dan bergerak menuju DPR RI,” katanya. (Antara)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan