Bisnis

Belarusia Jadikan Indonesia Pintu Masuk ke Pasar ASEAN

London (MediaNualtsantara) – Belarusia menempatkan Indonesia sebagai pintu masuk utama untuk memasarkan produk-produknya ke pasar ASEAN, dengan pertimbangan posisi strategis Indonesia dan hubungan hangat kedua negara.

Dalam pembicaraan dengan Dubes RI Moskow di ibukota Minsk belum lama ini, Menlu Belarusia Sergei Martynov menyatakan Indonesia menjadi hub produk-produk Belarusia untuk pasar ASEAN.

Menurut Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, M Aji Surya, Minggu, kunjungan Dubes ke negeri pecahan Soviet itu antara lain untuk perkenalan dengan counterparts sambil menyerahkan copy surat-surat kepercayaan (credentials).

Cuaca yang bersahabat di awal musim semi menyertai pertemuan yang penuh keakraban tersebut.

Menlu Belarus terkesan dengan perkembangan hubungan bilateral RI-Belarus dalam beberapa tahun terakhir yang ditandai dengan saling kunjung pejabat tinggi yang disertai misi bisnis, serta beberapa kesepakatan kerjasama.

Pemerintah Belarusia bermaksud menjadikan Indonesia sebagai headway kepentingan Belarusia dan sebagai hub bagi hasil-hasil produksi bersama Indonesia-Belarus untuk pasar ASEAN.

“Jadi sangat tepat pemerintah kami memilih Jakarta sebagai tempat kedutaan kami yang merangkap beberapa negara ASEAN dan Australia,” ujar Menlu Martynov seperti disampaikan Dodo Sudrajat, Sekretaris Pertama KBRI Moskow.

Menurut rencana Menlu Martynov akan berkunjung ke Jakarta pada tanggal 13 Juni mendatang untuk merealisasikan berbagai rencana kerja sama. Menlu Belarusia mengajak Dubes RI melakukan upaya khusus untuk mencapai kualitas baru hubungan bilateral RI-Belarus, terutama di bidang ekonomi.

Ia percaya, berdasar pengalamannya yang luas di dunia diplomasi internasional, Dubes Djauhari memiliki kapasitas yang lebih dari cukup untuk mewujudkannya.

Selain menerangkan berbagai kebijakan nasional Indonesia, Dubes Djauhari menggarisbawahi kedua bangsa memiliki pandangan dan posisi yang sama mengenai isu-isu global. Khusus tentang kerjasama yang ditawarkan, dinyatakan bahwa KBRI Moskow akan melakukan yang terbaik untuk merealisasikannya.

Sementara  dalam pertemuan dengan KADIN Belarusia dan Belarus Potash Company (BPC) disepakati perlunya diversifikasi format perdagangan yang mencakup joint production seperti memproduksi alat-alat berat pertambangan dan konstruksi alat pertanian, peralatan militer, dan Pupuk NPK.

“Indonesia berpotensi menjadi hub dan pintu masuk bagi produk-produk hasil joint production tersebut ke pasar ASEAN,”  ujar Ketua KADIN Sergei Aleinik

Dubes Djauhari menyatakan penilaian KADIN itu sangat tepat mengingat Indonesia merupakan pusat ASEAN, dan pada tahun 2015 ASEAN akan menjadi komunitas ekonomi dengan tarif bea masuk nol persen . “Jakarta adalah ibukota ASEAN.”

Total perdagangan antara Indonesia dan Belarus dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan tren meningkat. Pada tahun 2011 mencapai 163,03 juta dollar AS atau naik 27,03 persen dibandingkan total perdagangan tahun 2010 hanya sekitar 128,3 juta dollar AS.

Di sektor pariwisata, pada tahun 2011, tercatat wisatawan Belarus ke Indonesia mencapai 679 orang atau naik lebih dari dua kali dibandingkan 2009.

Wakil Menlu Belarusia membawa sejumlah delegasi bisnis ke Jakarta bulan lalu yang antara lain menyepakati produksi bersama alat-alat berat. Beberapa produk yang diimpor Indonesia dari Belarusia antara lain potashium dan bahan pembuat pupuk. ANTARA
Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan