Umum

LMND Lempari Kantor Newmont di Sumbawa

Mataram (MedialtaNusantara.co) – Sekitar 25 anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melempari kantor PT Newmont Nusa Tenggara perwakilan Mataram dengan air mineral dalam kemasan gelas ketika menggelar aksi unjuk rasa menolak pembuangan tailing di Teluk Senunu, Senin (9/4/2012).

Aksi pelemparan tersebut sebagai bentuk kekecewaan anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang tidak bersedia menemui mereka setelah menggelar orasi sekitar dua jam.

Para pengunjukrasa yang dikoordinir Andra Ashad juga membawa poster dari bahan kertas bertuliskan “Usir PT Newmont dari Bumi NTB”.

PT NNT merupakah salah satu perusahaan tambang terbesar yang beroperasi di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi NTB.

Menurut Andra, perusahaan tambang itu memproduksi emas dan tembaga dan telah beroperasi selama 11 tahun dan sudah meraih keuntungan ratusan triliun rupiah.

“Dalam jangka waktu tersebut perusahaan ini sudah membuat lubang kosong berdiameter 4.000 meter dengan kedalaman sekitar 500 meter di bawah permukaan laut,” katanya.

Lubang raksasa itu, kata dia, sudah pasti adalah warisan perusahaan tambang PT NNT yang sangat mengerikan untuk masyarakat yang berdiam di pulau kecil nan indah bernama Sumbawa.

Lubang tersebut persis berada di puncak tertinggi pulau, hingga pada kedalaman di mana Pulau Sumbawa menyandarkan bebannya.

Risiko lain yang akan dihadapi oleh rakyat Pulau Sumbawa, kata Andra, adalah pembuangan tailing ke laut. PT NNT membuang tailing ke laut dengan sistem “Submarine Tailing Disposal” (STD).

Sedikitnya 120.000 ton tailing dibuang setiap hari ke dasar laut. Tailing tersebut dibuang ke Teluk Senunu, Kabupaten Sumbawa Barat dengan kedalaman 112 meter menggunakan pipa sepanjang 3.000 meter.

“Jika perbandingan antara total kerusakan dengan konsentrat hasil penambangan 3 : 1 maka untuk mendapatkan satu miliar ton biji tambang, PT NNT menghasilkan buangan sekitar tiga miliar ton tailing yang akan dibuang ke laut,” ujarnya.

Oleh sebab itu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan upaya banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur atas ditolaknya gugatan terhadap izin Dumping Tailing ke Teluk Senunu yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup pada 29 Juli 2011.

Mahasiswa juga meminta pemerintah Provinsi NTB bersikap tegas untuk menolak izin pembuangan tailing PT NNT. ANTARA
Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan