Timur Tengah

Pemerintah Suriah minta ‘jaminan tertulis’ kelompok oposisi

altDamaskus (MediaNusantara.Co) – Pemerintah Suriah meminta “jaminan tertulis” dari kelompok oposisi sebelum menarik pasukan militernya dari kawasan bergejolak di berbagai wilayah negara itu.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan hal ini dua hari menjelang batas waktu penghentian aksi kekerasan di Suriah seperti yang diminta PBB.

Utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk penyelesaian krisis Suriah, Kofi Annan mengatakan, sejauh ini “belum ada jaminan tertulis dari kelompok oposisi agar menghentikan tindak kekerasan seperti diminta Pemerintah Suriah.”

Pada Sabtu (7/04) waktu setempat, kelompok oposisi mengklaim sedikitnya 100 orang warga sipil tewas akibat tembakan aparat keamanan Suriah.

Dalam laporan yang belum bisa diklarifikasikan, sedikitinya 160 orang tewas akibat dibombardir aparat keamanan Suriah di wilayah Idlib dan Aleppo, serta pinggiran wilayah Latamneh, dekat Kota Hama.

Paling berdarah

Kekerasan paling berdarah ini terjadi menjelang rencana gencatan senjata di Suriah yang didukung PBB.

Sekjen PBB Ban Ki-moon sebelumnya memperingatkan pemerintah Suriah agar tidak menggunakan momen genjata senjata untuk “alasan membunuh warga sipil”.

Rencananya, gencatan senjata ini mulai diberlakukan 10 sampai 12 April dan berlaku untuk aparat pemerintah ataupun kelompok pemberontak.

Namun rencana PBB ini disambut skeptis oleh kelompok oposisi Suriah, pegiat HAM, AS serta sekutunya.

Mereka mempertanyakan sejauh mana komitmen rezim Assad atas rencana PBB tersebut.

Laporan-laporan lain menyebutkan, Turki terus kebanjiran pengungsi warga sipil Suriah yang mencapai dua kali lipat semenjak Presiden Bashar al-Assad sepakat menggelar rencana genjatan senjata yang diminta Liga Arab dan PBB. (BBC)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan