Bulu Tangkis

Indonesia Garuda Juara Axiata Cup

altJakarta (MediaNusantara.co) – Tim Garuda Indonesia menjuarai turnamen Axiata Cup setelah menekuk tim Rajawali Indonesia dengan agregat 5-1. Pada leg kedua final yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, hari ini, Ahad, 15 April, Garuda berhasil meraih kemenangan 2-1.

Pada pertandingan final pertama yang digelar kemarin, Garuda yang berisi para pemain bulu tangkis senior Indonesia melibas tim Rajawali dengan skor 3-0. Garuda mendapatkan hadiah sebesar US$ 400 ribu, sedangkan Rajawali mendapat hadiah US$ 200 ribu.

“Saya berharap kemenangan ini menjadi motivasi bagi pebulu tangkis muda Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Semoga ini menjadi spirit untuk memajukan prestasi. Kita sangat bersyukur apalagi pemain semua bermain dengan semangat,” kata manajer tim Garuda, Feriansyah, kepada wartawan seusai pertandingan, Ahad, 15 April 2012.

Pada pertandingan hari ini kemenangan bagi tim Garuda disumbangkan oleh Simon Santoso dan Taufik Hidayat. Simon, pemain berperingkat 9 dunia, mengalahkan juniornya, Tommy Sugiarto, pada partai pertama dengan straight game, 21-16 dan 21-10. Taufik Hidayat, pemain paling senior dalam nomor tunggal putra Indonesia, tanpa kesulitan mengalahkan pemain muda berperingkat 140 dunia, Shesar Hiren Rhustavito, dengan straight game, 21-14 dan 21-15.

Rajawali mencuri angka melalui nomor ganda putra, yaitu Alvent Yulianto Chandra dan Angga Pratama. Keduanya mengalahkan ganda putra nomor satu Indonesia, Mohammad Ahsan dan Bona Septano, dengan rubber game, 23-21, 12-21, dan 21-13. Alvent dan Angga sebenarnya merupakan pasangan gado-gado. Alvent biasanya berpasangan dengan Hendra Aprida, sedangkan Angga berpasangan dengan Ryan Agung Saputra.

Pada leg final pertama kemarin, tim Garuda meraup angka penuh 3-0, di mana pada partai pertama Simon Santoso mengalahkan Tommy Sugiarto dengan skor 21-19 dan 21-7. Pada laga kedua, juara Australia Terbuka, Markis Kido dan Hendra Setiawan, menaklukkan Rian Agung Saputro dan Angga Pratama dengan skor 21-14 dan 21-17. Pada partai terakhir, Taufik Hidayat mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka dengan rubber game, 21-17, 25-27, 21-16.

Manajer pengganti tim Rajawali, Fuad, mengakui Garuda jauh lebih kuat dari Rajawali. Menurut dia, seluruh awak Rajawali telah berusaha dengan optimal. “Susunan pemain yang diturunkan tidak coba-coba. Kami mencoba yang terkuat tapi Garuda jauh lebih kuat. Kalau toh kalah itu memang batas kemampuan yang ada,” ujar Fuad.

Namun, Fuad tetap memuji permainan seluruh tim Rajawali. “Permainan mereka cukup bagus. Kekalahan semata-mata karena kemampuan tim lawan lebih baik,” kata Fuad. (Tempo)
Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan