alt
Musik

PSM Unpad Borong Penghargaan di Swiss

London (MediaNaltusantara.co) – Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran berhasil memukau warga Valle du Joux, Swiss, sehingga tepuk tangan sambil berdiri mengakhiri penampilan 46 orang dalam acara Rencontre Culturelle de Valle du Joux untuk tampil di Gereja Le Sentier.

Kota yang merupakan pusat sebagian merek jam terkemuka di dunia ini mengundang anggota PSM Unpad untuk untuk menghibur warga Valle Du Joux di sebuah gereja yang cantik di kota tersebut, demikian Pensosbud KBRI Bern, Budiman Wiriakusumah, Sabtu.

PSM Unpad memborong lima penghargaan di Montreux Choral Festival ke-48 yang diselenggarakan di kota kecil di pinggiran Danau Leman Montreux di negara Swiss itu.

Lima penghargaan itu: Prix du Jury (penghargaan pertama pilihan juri), Prix du Publik (penghargaan pertama pilihan publik), Prix des Oeuvres Imposées (penghargaan interpretasi lagu wajib), Prix du Meilleur Choeur Mixte (penghargaan paduan suara campuran), dan Prix du meilleur interpretation feminine (penghargaan untuk interpretasi paduan suara wanita).

Penghargaan disambut haru. Menurut Budiman, banyak anggota PSM Unpad menangis haru usai juri mengumumkan penghargaan utama. Publik pun tidak henti-henti bertepuk tangan. Ucapan selamat berdatangan baik dari peserta negara lain, penonton, maupun panitia. Mereka mengakui bahwa PSM Unpad memang layak menjadi yang terbaik.

Suasana pada malam itu juga dipenuhi dengan tangis haru para mahasiswa Unpad yang tentunya merasa bahwa seluruh jerih payah mereka selama ini—tempaan, dan binaan dari berbagai pihak, dibarengi dengan latihan dan disiplin yang keras serta pengorbanan untuk menjaga stamina dan kualitas suara mereka—terbayar sudah.

Para mahasiswa tersebut secara spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kemenangan ini adalah kemenangan bangsa Indonesia.

Budiman Wiriakusumah mengatakan penampilan PSM Unpad sarat dengan koreografi yang menawan, dan penuh kejutan serta kekuatan suara yang kompak, serta kreativitas tampilan yang beragam.

Menurut Budiman Wiriakusumah, banyak lagi kelebihan yang tidak dimiliki oleh paduan suara yang selama ini pernah tampil di kota itu.

“Tidak mengherankan jika diberbagai kompetisi internasional, PSM Unpad dapat dikatakan selalu memboyong gelar juara,” ujarnya.

Dalam penampilan di gereja Le Sentier, PSM Unpad membawakan lagu-lagu klasik karya Robert Schumann, Johannes Brahms dan lagu-lagu daerah Indonesia seperti Yamko Rambe Yamko yang diiringi oleh alat musik tradisional, cublak-cublak Sueng, Janger, O inanikeke serta penampilan angklung.

Kelompok paduan suara yang dipimpin A. Zaenullah berada di Swiss untuk mengikuti Montreaux Choral Festival yang diadakan dari tanggal 11–14 April 2012 dan dikuti oleh kelompok paduan suara dari 14 negara Eropa.

PSM Unpad merupakan satu-satunya peserta dari Asia yang lulus seleksi untuk mengikuti kompetisi ini, demikian Budiman Wiriakusumah. (Antaranews.com/Metrotvnews.com)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan