Makro

Pertamina Fuel Retail Marketing Region V Luncurkan Mobil Tanki Kapasitas 4.000 Liter Dan Anjungan Validasi Mandiri


Surabaya (MediaNusantara.Co) – Pertamina mulai mengoperasikan mobil tanki dengan kapasitas sebesar 4.000 liter (4 KL) per kompartemen, untuk memudahkan pengusaha SPBU dalam memasarkan produk Bahan Bakar Khusus (BBK) jenis Pertamax di Jawa Timur, hingga di daerah. Mobil tanki tersebut memiliki 6 kompartemen (ruang penyimpanan), sehingga memiliki kapasitas total 24 KL. Mobil tanki tersebut diluncurkan oleh Afandi, GM Fuel Retail marketing Region V.

Mobil tangki Pertamax itu dirancang khusus dengan tangki berbahan aluminium, dengan lantai yang miring hingga saat pengisian tidak akan ada muatan yang tersisa, serta sesuai standard operation prosedur yang ditetapkan Pertamina. Dengan mobil tanki tersebut, dalam sekali angkut dapat melayani enam SPBU sekaligus, sehingga suplai Pertamax tidak akan mengalami keterlambatan.

Hingga saat ini di wilayah Jawa Timur terdapat 830 SBPU  dan 70% di antaranya sudah menyediakan Bahan Bakar Khusus Non-Subsidi. “Dengan adanya mobil tanki kapasitas lebih kecil ini, diharapkan dapat mendorong pengusaha menyediakan layanan Pertamax karena modal kerja pengusaha SPBU, sebagai mitra kerja Pertamina, untuk melakukan penebusan menjadi lebih rendah, sehingga masyarakat juga semakin mudah mendapatkan bahan bakar yang lebih berkualitas,” jelas Afandi.

Sebelumnya, Pertamina hanya mengoperasikan mobil tanki dengan kapasitas tangki paling rendah 8.000 liter. Disparitas harga Premium dan Pertamax yang cukup tinggi menjadikan penjualan Pertamax di SPBU masih cukup rendah. Oleh karena itu, dengan mobil tangki Pertamax yang lebih kecil dengan kapasitas 4.000 liter, maka perputaran stok Pertamax di SPBU menjadi lebih cepat, sehingga potensi losses dan risiko terhadap perubahan harga Pertamax lebih kecil.

Anjungan Validasi Mandiri

Disamping meluncurkan penggunaan mobil tanki Pertamax dengan kapasitas 4 KL, Pertamina Pemasaran Jatim-Balinus, juga meluncurkan Anjungan Validasi Mandiri (AVM) di Terminal BBM Surabaya Group. AVM adalah sebuah system, yang diciptakan untuk menjamin pelayanan BBM ke SPBU secara empat tepat, yaitu tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Saat ini, keenam terminal BBM di Jawa Timur, telah menerapkan AVM, yaitu Surabaya Group, Madiun, Malang, Tanjungwangi, Tuban, dan Camplong. Sistem AVM ini dimulai dengan pembuatan rencana penyaluran BBM ke SPBU pada H-1, yang secara system akan membuat skala prioritas berdasar ketahanan stok di SPBU, omzet harian SPBU, dan waktu tempuh dari terminal BBM. Berdasar rencana penyaluran tersebut, selanjutnya system akan membagi mobil tanki yang akan melaksanakan penyaluran BBM ke SPBU.

Dengan adanya AVM, maka awak mobil tanki cukup melakukan pemindaian sidik jari, maka akan keluar perintah pengisian mobil tanki ke terminal BBM. Setelah melakukan pengisian, maka awak mobil tanki akan menerima surat jalan ke SPBU yang harus dilayani. Saat melakukan pengiriman SPBU, maka awak mobil tanki harus meminta bukti tanda terima pada surat jalan.

Setelah kembali dari SPBU, awak mobil tanki kembali melakukan pemindaian sidik jari, sekaligus memindai bukti penerimaan BBM dari SPBU. Dengan demikian, bisa dikonfirmasi antara perencanaan di awal dan hasil pengiriman. Bukti pengiriman juga langsung tersimpan di dalam system, sehingga lebih mudah diakses kembali.

Sebelumnya adanya system AVM ini, dalam dokumentasi penyaluran menggunakan dokumen fisik, sehingga selain lebih lama juga lebih boros biaya dalam pencetakan dokumen. Selain itu, penerapan AVM mampu meningkatkan efektifitas pengiriman BBM ke SPBU, mengurangi peluang kesalahan distribusi secara manual, dan meningkatkan kepuasan mitra kerja/SPBU.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan