alt
Bisnis

Pertamina wajibkan SPBU baru jual pertamax

altMedan (Media Nusantara.Co) – PT Pertamina mewajibkan pengusaha baru stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyediakan dispenser pertamax sejalan dengan rencana pemerintah membatasi penggunaan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi.

“Keharusan membuat dispenser pertamax itu bertujuan untuk semakin mempermudah konsumen mendapatkan BBM ramah lingkungan tersebut setelah pemerintah memberlakukan pembatasan penggunaan BBM bersbisdi,” kata Assistant Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Marketing and Trading Directorate PT. Pertamina, Sonny Mirath, di Medan, Kamis.

Sementara kepada pengusaha SPBU lama juga akan dianjurkan menambah investasi untuk dispenser pertamax itu.

“Memperbanyak jumlah SPBU yang menjual pertamax memang harus dilakukan agar program pembatasan penggunaan BBM bersubsidi itu bisa berjalan maksimal,” katanya.

Dia mengakui, dewasa ini, jumlah SPBU di Sumut yang menjual pertamax relatif sedikit.

Dari 308 SPBU yang sudah beroperasi di Sumut misalnya, masih 82 SPBU yang memiliki layanan penjualan prtamax itu.

“Sebanyak 226 SPBU yang belum memiliki dispenser pertamax itu sudah diimbau Pertamina untuk menambah investasinya, sedangkan pengusaha SPBU baru memang sudah seharusnya membuat dispenser pertamax,” katanya.

Namun hingga awal Mei ini, kata dia, belum ada SPBU baru yang beroperasi.

Dia juga mengakui, SPBU yang menjual pertamax masih cenderung berada di daerah perkotaan seperti Kota Medan sebanyak 44 SPBU.

Sisanya di Deli Serdang 15 SPBU, Langkat dan Serdang Bedagai masing-masing empat SPBU, Labuhan Batu tiga, disusul Binjai, Tebing Tinggi, Siantar masing-masing dua dan Asahan, Karo, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Batubara dan Labuhan Batu Selatan masing-masing satu unit.

Selain akan memperbanyak jumlah SPBU yang menjual pertamax, Pertamina juga terus mempromosikan BBM ramah lingkungan itu seperti gebyar pertamax akhir tahun dan nonton bareng dengan konsumen.

Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, pemerintah termasuk Pertamina memang harus berkomitmen penuh melakukan kebijakan baru setelah memutuskan atau membuat kebijaksanaan seperti halnya melakukan pembtasan pembelian BBM bersubsidi.

Menambah jumlah SPBU yang menjual pertamax hingga ke pedesaan memang harus dilakukan.

“Kalau BBM bersubsidi dibatasi kemudian pertamax tidak ada atau sulit didapat tentunya menimbulkan masalah baru,” katanya. (Antara)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan