alt
Umum

Disnakertrans Desak PT. Freeport Segera Bayar Santunan

altTimika (MediaNusantara.co) – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mendesak PT Freeport dan kontraktornya agar segera menyelesaikan pembayaran santunan kepada ahli waris korban kecelakaan runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Mimika, Tri Susanto di Timika, Senin mengatakan pihaknya telah mengumpulkan sekitar tujuh perusahaan yang tenaga kerjanya mengalami musibah meninggal dunia saat kecelakaan runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan PT Freeport Indonesia.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT Freeport Indonesia, PT Jasti Pravita, PT Strukturindo Tifatama, PT Buma Intinaker dan lainnya.

“Kita ingin memastikan hak-hak dari para pekerja yang meninggal dunia segera dibayarkan kepada ahli waris sebagaimana ketentuan normatif yang diatur dalam UU No 13 tahun 2003, UU No 3 tahun 1992, Perjanjian Kerja Bersama, Peraturan Perusahaan dan Kontrak Kerja,” kata Tri Susanto.

Ia mengatakan, segala tunjangan dan hak-hak yang akan dibayarkan kepada ahli waris para korban tidak hanya cepat, tetapi juga tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Dari laporan perusahaan-perusahaan dimaksud, katanya, PT Freeport Indonesia selaku pemberi kerja akan memberikan uang duka atau belasungkawa kepada seluruh pekerja yang meninggal saat kecelakaan runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan pada 14 Mei 2013.

Sebagai bentuk pertanggungjawabannya, Freeport memberikan uang duka sebesar 60 x upah kepada pekerja perusahaan kontraktor yang meninggal dunia. Ahli waris para korban akan diberikan beasiswa sampai ke jenjang perguruan tinggi dan juga diberikan kesempatan untuk bekerja di PT Freeport.

“Pelaksanaan pembayaran santunan dan hak-hak yang lain menunggu selesainya proses verifikasi administrasi ahli waris para korban,” jelas Tri Susanto.

Sementara pembayaran santunan Kematian dari PT Jamsostek, katanya, akan segera dilakukan setelah proses verifikasi ahli waris para korban.

Kecelakaan runtuhnya atap ruang kelas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan PT Freeport pada Selasa (14/5) sekitar pukul 07.30 WIT mengakibatkan 28 pekerja meninggal dunia.

Saat kejadian itu, terdapat 38 pekerja yang berada di ruangan tersebut untuk mengikuti QMS Annual Refresher. Sebanyak 10 pekerja bisa dievakuasi dalam kondisi hidup.

Proses evakuasi para korban membutuhkan waktu hampir satu pekan.

Para pekerja yang meninggal di lokasi reruntuhan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan PT Freeport terdiri Aan Nugraha, Amir Tika, Aris Tikupasang, Artinus Magal, Daniel Tedy Eramuri, David Gobai, Febry Tandungan, Ferry Edison Pangarbuan, Frelthon Wantalangi, Gito Sikku, Hengky Ronald Hendambo.

Selanjutnya, Herman Susanto, Jhoni Michael Ugadje, Joni Tulak, Lestari Siahaan, Lewi Mofu, Ma’mur, Mateus Agus Marandof, Muntadhim Ahmad, Petrus Frengo Marangkerena, Petrus Padak Duli, Retno Bone, Rooy Rogers Kailuha, Selpianus Edowai, Suleman, Victoria Sanger, Wandi, dan Yapinus Tabuni. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan