alt
Hukum

Ombudsman : Banyak Napi Tidak Tahu Kapan Bebas

altJakarta (MediaNusantara.co) – Ombudsman Republik Indonesia menyatakan banyak narapidana tidak mengetahui haknya kapan bebas karena tidak menerima salinan putusan.

“Banyak terjadi salinan atau petikan putusan yang tidak dikirimkan ke narapidana. Ini membuat banyak terdakwa yang sudah dipenjara itu tidak mendapatkan haknya kapan dia bebas,” kata Ketua Ombudsman Danang Girindrawadana, usai penandatanganan kerja sama dengan Komisi Yudisial (KY) di Jakarta, Selasa.

Terkait hal ini, kata Danang, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung untuk memastikan semua napi memiliki salinan putusan itu.

“Selama tiga bulan ini sudah berjalan, tapi sebelumnya banyak napi yang tidak punya petikan putusan. Ini kan memalukan,” katanya.

Danang mengatakan kasus ini terungkap setelah kuasa hukum dan keluarganya melaporkan ke Ombudsman.

“Ketika menjenguk seharusnya mereka kan sudah punya salinan putusan. Jadi dalam waktu 14 hari putusan itu bisa diambil, paling tidak petikan putusannya. Itu yang banyak diadukan,” ungkapnya.

Menurut Danang, hal ini merupakan wilayah kerja panitera, namun hakim juga bisa disalahkan karena tidak memerintahkan untuk segera mengirimkan salinan putusan ke narapidana tersebut.

Dia juga mengaku mendapat laporan dari Majalengka, Jawa Barat, paniteranya yang salah menulis putusan.

“Ini kesalahan fatal yang tidak boleh terulang, karenan apa yang dibacakan hakim itu yang menulis panitera,” kata Danang.

Ketua Ombudsman ini mengakui bahwa semua laporan yang masuk, sebesar 90 persen sudah diklarifikasi. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan