alt
Umum

KAMMI dan BEM Se Kalsel Demo Tolak Kedatangan Wapres

altBanjarbaru (MediaNusantara.co) – Kedatangan Wakil Presiden Boediono ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak hanya mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah Kalsel, namun juga mendapat penolakan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalselserta BEM Se Kalsel.

Lebih dari tujuh puluh orang gabungan dari  KAMMI Kalsel BEM Se Kalsel menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan Longmars dari Kampus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru menuju Lapangan Murdjani, tempat Wapres menghadiri acara. Namun sialnya, aparat keamanan sudah menghadang puluhan massa tersebut di depan Hotel Batung Batulis.

Tak terelakkan, dorong-dorangan antara mahasiswa dan aparat pun sempat terjadi. Akhirnya, mahasiswa mengalah dan melakakukan orasi di sana. Akibatnya, Jalan Jendral Ahmad Yani pun tertutup, warga terpaksa memutar melewati jalan kecil.

Di tengah unjuk rasa, sekitar 30 mahasiswa dari KAMMI Kalsel menarik diri dari lokasi. Ternyata KAMMI hendak mencoba untuk mendekat ke Lapangan Murdjani melalui jalan kecil. Aparat pun mencium gelagat mencurigakan tersebut, dan akhirnya menghadang massa ketika sudah berada di Jalan Kemuning 5. KAMMI yang sudah tidak bisa mendekat lagi, akhirnya memilih melakukan orasi di sana.

Dalam orasinya, Ahmad Saini selaku Humas KAMMI Kalsel mengatakan, KAMMI menuntut Boediono untuk mundur dari jabatannya, karena merupakan aktor intelektual kasus Century. “Lebih baik Boediono fokus pada penyelesaikan kasus Century saja” tambahnya.

Koordinator aksi, M. Habibi, juga tidak mau ketinggalan. Dia menagih janji Ketua KPK yang akan mundur jika dalam satu tahun tidak bisa mengungkap kasus besar seperti Century dan Hambalang tidak juga selesai. “Pokoknya ganti rezim Kapitalis SBY dan elit-elit politik yang kerjanya hanya korupsi” ungkapnya.

Selain  isu lokal, KAMMI Kalsel juga menyuarakan isu-isu lokal. M. Habibi lantang menyuarakan meminta keadilan bagi rakyat Kalsel, karena sebagai wilayah penghasil energi, justru warga kesulitan listrik dan BBM. “Coba lihat daerah Tanah Bumbu dan Kotabaru yang penuh dengan batubara tapi listriknya selalu mati. Ke mana batubaranya ? Semua karena kebijakan pusat yang buruk. Kalau begitu, untuk apa APBD Kalsel disedot 5 Miliar hanya untuk menyambut Wapres ?” tanyanya. (AR)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan