alt
Polkam

Hidayat Nur Wahid Jelaskan Kasus Sapi Impor Di Sulteng

altPalu (MediaNusantara.co) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Hidayat Nurwahid, Selasa malam, di Palu, memberikan pencerahan seputar kasus yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terkait dugaan kasus impor sapi kepada kader partainya di daerah itu.

Pertemuan yang berlangsung di Palu Barat tersebut dihadiri tidak kurang dari 400 kader PKS dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.

Turut pula hadir bakal calon Bupati Donggala Anita B Nurdin dan Abd Chair yang diusung partai tersebut.

Hidayat mengatakan aparat penegak hukum sudah terlampau jauh menggaruk kejahatan sapi impor yang belum terbukti itu.

Sampai-sampai, kata Hidayat, harta mantan presiden PKS yang dibeli jauh sebelum kejadian pun ikut disita untuk kepentingan penyidikan.

“Belum terbukti tapi sudah menggaruk. Harta yang dibeli tahun 2006 pun disita,” kata Hidayat.

Mantan Ketua MPR itu mengatakan akibat kasus tersebut opini publik pun sudah terbentuk bahwa seakan-akan itu kesalahan PKS dan kader-kadernya yang lain.

“Ini belum terbukti, tapi yang lain sudah berapa yang dipenjara. Tapi apakah mereka patah semangat? Tidak. Mereka saja tetap semangat, lalu kenapa kita tidak,” katanya.

Hidayat meyakini bahwa kasus yang menimpa mantan presiden PKS tersebut bebas dari jeratan hukum.

Dia mengatakan apa yang menimpa PKS dalam kasus sapi impor hanyalah ujian bagi kader partai dalam menghadapi masalah besar. Dia mengatakan dengan ujian tersebut nanti akan membuat PKS besar di tengah masyarakat.

Silaturahmi Hidayat dengan para kader PKS di Sulawesi Tengah tersebut dijadikan kesempatan untuk terus memompa semangat perjuangan kader untuk tetap berjuang membesarkan partai.

Dia mengatakan PKS bukan sekadar partai biasa, karena PKS memiliki tujuan dakwah untuk kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia.

Hidayat mengatakan sejak kasus sapi impor mendera PKS dirinya banyak menerima telepon dari sejumlah kiai mempertanyakan masalah itu.

Dia minta kepada kader PKS di daerah agar tidak diam dan kehilangan semangat hanya karena dugaan kasus tersebut.

Beberapa kali penjelasan Hidayat disambut antusias dengan seruan “Allahu Akbar”. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan