alt
Asia

Tingkat Pengangguran Australia Naik ke 5,7%

altSydney (MediaNusantara.co) – Tingkat pengangguran Australia melonjak menjadi 5,7 persen pada Juni, tingkat tertinggi dalam hampir empat tahun, karena ekonomi yang ditopang sektor pertambangan itu bersiap untuk transisi secara bertahap untuk mulai mengurangi ketergantungan pada komoditas.

Tingkat pengangguran musiman lebih tinggi dibanding dengan angka yang telah direvisi naik 5,6 persen pada Mei, dan lebih tinggi dari perkiraan 5,6 persen oleh analis.

Ini merupakan level tertinggi sejak September 2009 dan hanya sedikit perbedaan dari 5,8 persen yang dicapai pada puncak krisis keuangan.

Biro Statistik Australia mengatakan pengangguran naik meskipun ekonomi tersebut menciptakan 10.300 pekerjaan. Perusahaan pertambangan besar sudah mulai merumahkan pekerja dalam beberapa bulan terakhir karena investasi sumber daya Australia tengah booming dan ekonomi menghadapi suatu pertumbuhan diversifikasi ke sumber-sumber lain.

Ini mencerminkan, salah satu peningkatan tajam dalam pengangguran di Queensland, pusat pertambangan batu bara besar, di mana pengangguran naik menjadi 6,4 persen dari 5,9 persen di Mei.

Sementara ituBank sentral memangkas suku bunga ke rekor terendah 2,75 persen pada Mei dalam upaya merangsang ekonomi daerah non-tambang, dengan menyebutk meningkatnya pengangguran sebagai salah satu keprihatinan.

Dolar Australia menguat ke posisi 92,39 sen dolar AS, dari 92,19 sen sesaat sebelum data dirilis, dengan analis mengatakan secara keseluruhan kenaikan dalam penciptaan lapangan kerja itu merupakan berita “cukup positif”.

“Kami masih menambahkan pekerjaan, hanya saja tidak cukup,” kata analis JP Morgan Ben Jarman.

“Hal ini konsisten dengan perekonomian yang sedang melambat di bawah laju tren dan sebagai akibatnya pasar tenaga kerja sedikit melonggar. Canberra memperkirakan pengangguran mencapai 5,75 persen pada tahun ini sampai 30 Juni 2014. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan