alt
Timur Tengah

Israel Bebaskan Tahanan Palestina Untuk Perundingan

altJerusalem (MediaNusantara.co) – Israel mengumumkan akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina sebagai “itikad baik”, setelah Israel dan Palestina sepakat meletakkan dasar-dasar bagi dipulihkannya perundingan perdamaian yang terhenti selama tiga tahun.

Beberapa dari tahanan yang akan dibebaskan itu sudah berpuluh-puluh tahun berada di penjara, kata Menteri Intelijen Israel Yuval Steinitz.

Keputusan tersebut diumumkan Steinitz beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan para perunding Israel dan Palestina telah sepakat untuk bertemu guna membuka jalan bagi dimulainya kembali perundingan perdamaian langsung.

Putaran terakhir perundingan itu berhenti tahun 2010 karena masalah pembangunan permukiman oleh Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Ketika berbicara di televisi swasta Channel 2, Menteri Kehakiman dan ketua juru runding Israel Tzipi Livni mencatat bahwa sementara tidak ada syarat-syarat yang diajukan ke perundingan, “semua hal Jerusalem akan dibicarakan”, termasuk perbatasan-perbatasan tahun 1967 dan timur, yang diinginkan Palestina sebagai ibukota negara mereka di masa depan.

Steinitz mengatakan pemerintahnya akan melibatkan diri dalam pengaturan pembebasan para tahanan “dalam jumlah terbatas”, yang beberapa di antaranya ia gambarkan sebagai tahanan “kelas berat”, yang telah berada di penjara hingga 30 tahun.

“Tentunya di sini ada itikad baik,” katanya, tanpa menyebutkan jumlah tahanan yang akan dibebaskan.

Menurut kelompok hak-hak Israel B-Tselem, setidaknya ada 4.713 warga Palestina yang dipenjara di Israel.

Pembebasan mereka merupakan salah satu dari tuntutan kunci Palestina untuk memulai kembali perundingan, terutama menyangkut 107 warga Palestina yang ditangkap menjelang tahun 1993, ketika perjanjian perdamaian Oslo ditandatangani.

Seorang pejabat Israel mengatakan tidak ada tahanan yang akan dibebaskan sebelum perundingan perdamaian dimulai dan proses tersebut akan tergantung pada sikap Palestina dalam membuktikan bahwa mereka “benar-benar serius dan tidak main-main”.

“Ini akan terjadi besok atau minggu depan,” kata pejabat yang tidak au disebutkan namanya. Ia juga tidak memberikan informasi mengenai jumplah tahanan yang akan dibebaskan.

Ia mengatakan pembebasan tersebut, ketika terjadi, akan dilakukan dalam beberapa tahap dan termasuk “para tahanan sebelum-Oslo, tahanan yang memang akan dibebaskan dan tahanan yang ‘dilupakan’ Palestina selama perjanjian Oslo”.

Steinitz mengatakan Israel tidak akan berkompromi soal “masalah-masalah diplomatik”.

Ia juga mengatakan tidak akan ada perjanjian mengenai pembekuan pembangunan permukiman ataupun menerima garis batas yang ada sebelum perang Enam Hari tahun 1967 sebagai dasar bagi perundingan –seperti yang dituntut Palestina.

Ia mengatakan pihak Palestina telah memiliki tekad “berunding secara serius” untuk “setidaknya selama sembilan bulan”.

Pada periode itu mereka tidak akan melakukan aksi di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga-lembaga lain internasional. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan