alt
Hukum

Mendagri : Penanganan Kasus FPI Di Kendal Oleh Pemda

altJakarta (MediaNusantara.co) – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, penanganan kasus From Pembela Islam (FPI) di Kendal, Jawa Tengah, bersifat sektoral sehingga prosesnya pun berada di pemerintah daerah.

“Iya, saya sudah ingatkan Bupati Kendal melalui Kesbangpol supaya tegur karena ruang lingkupnya kabupaten. Ini ada waktunya paling lama 30 hari, kalau masih lagi, tegur lagi, yang ketiga baru lakukan penghentian sementara kegiatan di daerah,” kata Gamawan kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, peringatan maupun proses terhadap organisasi masyarakat harus dilakukan per wilayah, dengan kata lain bila kejadiannya berlangsung di Kabupaten atau Kota maka yang berwenang menangani dan mengambil tindakan adalah pemerintah kota atau kabupaten, demikian pula bila di tingkat provinsi maka pemerintah provinsi dan di nasional pada kementerian dalam negeri.

“Kalau di provinsi cukup minta pendapat DPRD, Kejaksaan dan kepolisian. hanya di wilayah itu, FPI di situ (provinsi-red). Kalau gangguan keamanan itu kebijakan pusat (pengurus pusat-red), saya ambil tindakan. Saya sudah dua kali tegur FPI kan?” katanya.

Gamawan mengatakan ketika pengurus pusat FPI mengenai hal itu, dikatakan tidak mengetahuinya.

“Sekarang dia bilang tidak tahu, itu lokal bahkan pengurus provinsi mengaku tidak tahu, hanya lakukan inspeksi ke lokasi apakah betul berjalan atau tidak penutupan karaoke itu. Tapi itu akan koordinasi dengan kepolisian. Kalau di kepolisian terbukti, kita akan ambil tindakan,” katanya.

Mendagri menambahkan juga akan dilihat apakah ada unsur pidana.

“Di pemeriksaan tentu akan ditanya ini inisiatif siapa, kabupaten, provinsi atau nasional. Kalau ada indikasi nasional, berarti saya harus ambil keputusan ketiga,” katanya. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan