Umum

Rakyat Kaltim Kecewa Jalan Rusak

alt

Kaltim, (media nusantara.co) Masalah kerusakan jalan, fasilitas air bersih dan ketersediaan listrik menjadi topik yang paling banyak ditumpahkan masyarakat Kalimantan Timur kepada pasangan Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni.


“Kami menjadi sasaran kekecewaan warga di desa-desa maupun di perkotaan,” kata Ipong, calon wakil Gubernur Kaltim.

Selama sosialisasi, kata Ipong, ia menangkap besarnya harapan masyarakat adanya perubahan. Seperti disampaikan oleh Junaedi Ilham di Desa Sanggulan Kecamatan Kota Bangun.

“Dulu juga warga kami dijanji-janji jalan kami mulus, tapi faktanya nol,” ujarnya.

Karena sering menjadi sasaran tumpahan amarah masyarakat, Ipong mengaku hanya bisa menyarankan agar masyarakat bersabar.

Jika ingin ada perubahan, maka dimulai dengan tekad dalam diri sendiri dan tentukan pilihan pada Pemilihan Gubernur Kaltim 10 September 2013.

Warga di desa umumnya mengeluh karena pemerintahan di Kaltim selama ini lebih cenderung hanya memerhatikan perkotaan, sedangkan di desa-desa dibiarkan seolah tidak ada. Bahkan ada jalan yang sudah mirip kubangan kerbau, tapi bertahun-tahun tidak diperbaiki.

Dari aspirasi warga itu Ipong semakin yakin kalau program yang diluncurkannya, berupa pengalokasian anggaran untuk desa sebesar Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar setiap tahun sudah tepat. Apalagi, di Kaltim ini ada 1.445 desa yang semuanya butuh perhatian.

“Jika selama ini ada desa yang tidak tersentuh pembangunan sama sekali, dengan program kami maka sudah dipastikan desa menerima minimal Rp 1 miliar untuk pembangunan,” ujar Cawagub kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 29 April 1967 ini. Sambil menambahkan, saat ini sudah 501 desa yang kontrak politik dengan pasangan ini, dari 1.445 desa tadi.

Imdaad Hamid saat di Kota Tarakan dan Kabupaten Paser juga mengakui masyarakat seperti frustasi dengan pemerintah. Bahkan mengancam lebih baik tidak memilih gubernur, dari pada akhirnya memilih figur yang tidak amanah.

“Kami hanya bisa menjawab agar masyarakat jangan golput. Sebab yang menentukan adanya perubahan itu dari masyarakat sendiri. Pastikan nama sudah terdaftar sebagai pemilih di RT sendiri dan pada 10 September 2013 beramai-ramai ke TPS,” ujar Imdaad.

Dia menjelaskan, latar belakang diluncurkannya program tersebut karena kondisi desa-desa dan masyarakat di seluruh Kaltim yang kurang tersentuh pembangunan. Terjadi kesenjangan pembangunan yang mengakibatkan desa tertinggal, baik dari sisi infrastruktur, kesehatan maupun pendidikan. Dengan program Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar, sekaligus upaya untuk memicu pertumbuhan ekonomi desa.

“Jika tiap desa tiap tahun mendapat anggaran yang bisa dikelola oleh warga, maka dipastikan bertambahnya peredaran uang di desa itu. Ini akan memacu pertumbuhan ekonomi,” ujar mantan Wali Kota Balikpapan dua periode ini.

Walaupun sering jadi tumpahan keluhan warga desa, Imdaad maupun Ipong mengaku cukup puas karena masyarakat bersedia datang menemui mereka. Masih banyak warga yang antusias setelah dijelaskan alasan mengapa mereka maju menjadi cagub dan cawagub.

“Kaltim memerlukan perubahan dan Imdaad-Ipong adalah symbol perubahan,” kata Mahmud, warga Loa Hui, Kukar (KP)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan