Umum

Megawati tolak impor gula

Banyuwangi – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyerukan penolakan impor gula saat mengampanyekan pasangan Bambang DH-Said Abdullah di Kabupaten Banyuwangi dan Lumajang, Jatim, Sabtu.

“Jangan lagi ada impor gula, karena Tanah Air kita `gemah ripah loh jinawi` dan sanggup untuk mencukupi kebutuhan gula nasional,” tutur mantan Presiden RI itu.

Di Banyuwangi, ia melakukan kampanye untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut tiga di Stadion Gazebo, sedangkan di Lumajang kampanye Bambang-Said digelar di Gelora Wirabhakti.

Putri Bung Karno itu mengatakan Jatim sebagai basis perkebunan tebu terbesar di Indonesia seharusnya bisa memenuhi kebutuhan gula nasional.

“Saya juga minta tolong kepada kawan seperjuangan saya, Bambang DH, yang saya ajukan sebagai calon Gubernur Jatim untuk tegas menolak impor gula,” ucapnya sambil menoleh ke arah Bambang DH di sebelahnya.

Saat berkampanye dengan Megawati, Bambang DH tidak didampingi oleh Said Abdullah karena pasangannya juga melakukan kampanye bersama Gubernur DKI Jokowi di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo.

“Pak Bambang DH berpasangan dengan Said Abdullah, yang sekarang sedang keliling daerah bersama Pak Jokowi,” katanya.

Istri almarhum Taufiq Kiemas itu mengajak seluruh simpatisan dan kader PDI Perjuangan di Jatim untuk memenangkan pasangan Bambang DH dan Said Abdullah karena pada saat pergerakan PDI tahun 1996-1999, calon Gubernur Jatim nomor urut tiga itu menjadi salah satu panglimanya.

“Saat Pilkada Jakarta, Pak Jokowi nomor urut tiga dan menang. Kemudian Pak Ganjar Pranowo yang mendapat nomor urut tiga juga menang di Pilkada Jawa Tengah. Sekarang di Jawa Timur, Bambang DH-Said Abdullah mendapat nomor urut tiga. Jangan lupa nanti pilih nomor 3,” ucapnya.
Ketua Tim Pemenangan Bambang-Said, Pramono Anung Wibowo, mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang baru dilantik, saat ini juga sedang bekerja bersama timnya untuk membangun dukungan bagi Bambang-Said di perbatasan Jateng-Jatim.

Sementara Bambang DH juga menyampaikan kampanye yang menegaskan akan melakukan perubahan strategi pembangunan yang menempatkan desa sebagai ujung tombak.

“Kami akan beri anggaran Rp500 juta per desa untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Kampanye terakhir pasangan Bambang-Said dengan juru kampanye Megawati Soekarnoputri di Banyuwangi dan Lumajang itu diikuti ribuan orang yang berdatangan dari pelosok daerah di dua kabupaten setempat. Ant

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan