alt
Umum

Jaga Kerukunan, FKUB Kotabaru Gelar Sarasehan Lintas Agama

altKotabaru (MediaNusantara.co) – Untuk mengisi Hari Kemerdekaan sekaligus silahturahmi antar pemeluk agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  Kabupaten Kotabaru  mengadakan  Sarasehan Lintas Agama Se Kabupaten Kotabaru yang digelar di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kotabaru.

Puluhan tokoh dan pemuka agama pun datang guna memeriahkan acara tersebut, mulai dari Islam, Kristen, Katholik, Hindu, hingga Budha. Acarapun dibuka oleh H. Muchtashor, S.Ag selaku Ketua FKUB Kotabaru, dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Kemenag Kotabaru, Drs. H Salman Basri, M.M.

Sebagai awalan, H Salman menyampaikan visi dn misi dari Kemenag. Kemudian dia mengomentari tentang bermunculanya aliran-aliran sesat di Indonesia. “Kualitas pemahaman agama di masyarakat masih cukup rendah, sehingga menyebabkan berkembangnya aliran-aliran sesat. Ini hal yang perlu kita perhatikan” uangkapnya.

Selain itu H Salman juga mengkritisi masih rendahnya toleransi di antara pemeluk agama. “Andai saja bangsa ini mau belajar dari sejarah. Bayangkan, pada jaman Kerajaan Sriwijaya di abad ke 6 saja, umat berbeda agama bisa hidup dengan rukun. Kenapa sekarang malah tidak bisa ?” tanyanya.

“Coba ingat kembali bagaimana pilar-pilar kebangsaan seperti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dirumuskan. Itu semua hasil pemikiran para pemuka agama.” Tambahnya.

Senada dengan H Salman, H Muchtashor juga mengingatkan bangsa yang besar seperti Indonesia memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi, sehingga besar pula potensi konfliknya.

“Jika ada permasalahan agama, jangan sampai kita terjebak pada pemikiran kaku, karena bisa saja akar masalahnya justru dari faktor lain seperti ekonomi.” Jelasnya.

H Muchtashor mengharapkan para tokoh agama memiliki pengetahuan akan deteksi dini yang baik. “Agama merupakan masalah sensitif, jika kita bisa meredamnya sewaktu masih kecil, tentu akan lebih baik” tambahnya. (AR)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan