Umum

DEBAT KANDIDAT KALTIM DIWARNAI “PERANG YEL-YEL” PENDUKUNG

Samarinda – (Medianusantara) Debat kandidat putaran ke II pasangan calon gubernur Cagub dan Cawagub Kalimantan Timur berlangsung seru. Kampanye terakhir sebelum memasuki masa tenang tersebut terselenggara atas kerjasama KPU Prov Kaltim dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Acara yang terdiri dari 4 sesi tersebut selalu di selingi “perang yel-yel” masing-masing pendukung kandidat cagub dan cawagub ketika off air. bahkan nampak masing-masing pendukung naik ke atas kursi untuk menyemangati pasangan mereka

Masing-masing kandidat memaparkan program unggulan 5 tahun kedepan. Pasangan incumbent nomor urut 1.Awang Faruk Ishak-Mukmin Faisyal tetap ngotot mengkalim keberhasilannya memimpin Kaltim selama 5 tahun kebelakang, namun beberapa kali disanggah oleh 2 pasang kandidat lainnya.

Program beasiswa kaltim cemerlang tak lepas dari kritik pasangan independent nomor urut 3. Imdaad Hamid-ipong muchlisoni yang mengomentari program beasiswa yang digadang-gadangkan pasangan nomor urut 1. “ jangan ada perbedaan antara pusat dan daerah, beasiswa Kaltim cemerlang tidak merata, hanya sedikit warga desa yang mendapatkannya” sanggah imdaad yang langsung disambut tepuk tangan pendukungnya. “dengan pembagian dana 1-5 miliar tiap desa itulah solusinya” lanjut imdaad.

Senada dengan kandidat nomor urut 3, pasangan nomor urut 2 farid wadjdy – Aji Sopyan alex, mengamini perkataan imdaad. “beasiswa cemerlang hanya untuk wilayah kota karena keterbatasan sarana penunjang diwilayah desa”, ucap Farid.

Sesi terakhir ditutup dengan pernyataan masing masing calon. Diawali pasangan Imdaad yang membuat suasana ballroom hotel Mesra tadi malam (6/9) hening, imdaad meminta pemilu aman dan damai siapapun pemenangnya. “beda pilihan bukan pemecah” ujar Imdaad. Dilanjutkan pasangan nomor urut 2 yang mengharapkan pemilu Jurdil, “penyelenggara dan calon harus jujur pada pilgub ini, coblos nomor 2”, harap Faridh. Dan diakhiri pasangan Awang Farouk yang ingin menuntaskan pembangunan Kaltim.

Meskipun semua pendukung “perang yel-yel” namun pemilu kali ini diprediksi akan kondusif. Sebelum acara ditutup, pembawa acara meminta semua kandidat berangkulan tangan. Debat kandidat kali ini mendapat pengawalan sekitar 500 orang aparat kepolisian.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan