Afrika

Al-Shabaab bunuh militan AS di Somalia

Mogadishu  – Seorang militan terkenal kelahiran AS tewas di Somalia, Kamis, setelah ia berselisih dengan komandan-komandan senior kelompok gerilya Al-Shabaab, kata beberapa saksi.

Penduduk di desa Baate di Somalia selatan mengatakan bahwa Omar Hammami, militan kelahiran Alabama yang biasa dikenal sebagai Abu Mansoor al-Amriki atau “Amerika”, dan seorang warga Inggris yang dikenal sebagai Usama al-Britani tewas ditembak dalam serangan fajar di tempat persembunyian mereka, lapor Reuters.

Pembunuhan Hammami itu menunjukkan pertikaian luas di jajaran tinggi Al-Shabaab ketika kelompok yang bersekutu dengan Al-Qaida itu berusaha menghadapi ofensif militer pimpinan Uni Afrika yang berhasil menguasai lagi kota-kota penting Somalia dari mereka.

“Pagi ini al-Amriki dan rekan-rekannya diserang oleh gerilyawan bersenjata terlatih,” kata warga desa Hussein Nur. “Setelah bentrokan singkat, al-Amriki dan dua rekannya tewas. Beberapa pengawal mereka menyelamatkan diri.”

Seorang warga desa yang lain mengkonfirmasi terjadinya tembak-menembak dan mengatakan, ia mendengar gerilyawan Al-Shabaab memastikan kematian orang-orang itu, namun ia tidak melihat mayat mereka.

“Tidak ada yang diizinkan mendekati lokasi itu,” kata penjaga toko itu kepada Reuters melalui telefon dari desa yang dikuasai militan.

Hammami diyakini tiba di Somalia dalam usia 22 tahun pada akhir 2006, menjelang penyerbuan pasukan Ethiopia dukungan AS ke Somalia untuk menghalau militan yang berkuasa.

Hammami, yang lancar berbahasa Somalia, segera menjadi pemimpin berpengaruh di lingkungan gerilyawan asing Al-Shabaab yang memerangi pemerintah Somalia dukungan Barat.

Al-Shabaab mengumumkan aliansi resmi dengan Al-Qaida pada Februari 2012. Hammami dimasukkan ke dalam daftar Teroris Paling Diburu FBI pada November tahun itu dan hadiah lima juta dolar disediakan bagi pemberi informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah Somalia dukungan PBB.

Nama Al-Shabaab mencuat setelah serangan mematikan di Kampala pada Juli 2010.

Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas.

Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli yang menewaskan 79 orang.

Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaida.

Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida yang dibentuk almarhum Osama bin Laden.

Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan