Bisnis

Investor Singapura-Timur Tengah Tertarik Kembangkan Pulai Kecil RI

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan sejumlah investor asing menyatakan tertarik untuk mengembangkan sejumlah pulau kecil di Indonesia.

“Sudah ada beberapa investor yang serius mengembangkan pulau yang ditawarkan pemerintah,” kata Sharif Cicip Sutardjo dalam rilis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/9).

Menurut Sharif, sejumlah pulau yang menarik investor antara lain adalah pulau-pulau yang berada di lokasi Kepulauan Riau, Kepulauan Raja Ampat dan Nusa Tenggara Barat.

Ia juga mengemukakan, investor yang tertarik dengan program pemberdayakan pulau kecil berasal dari negara seperti Singapura, Maladewa, dan kawasan Timur Tengah.

“Rencana investasi masih dalam kajian dan perencanaan bisnis. Untuk itu kita dorong mereka untuk investasi secepatnya,” katanya.

Apalagi, ujar dia, para investor itu sangat berminat untuk menggarap pulau Anambas di Kepulauan Riau, pulau Raja Ampat Papua dan pulau tiga Gili di Nusa Tenggara Barat.

Sharif menambahkan, salah satu program KKP untuk mempromosikan pulau-pulau kecil diantaranya adalah kegiatan Sail Komodo 2013 merupakan penyelenggaraan Sail Indonesia yang ke-5 kalinya sejak 2009.

Acara bertararf internasional itu dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken tahun 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011 dan Sail Morotai 2012.

“Kegiatan Sail, termasuk Sail Komodo 2013 merupakan event internasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari,” katanya.

Menurut dia, acara tersebut juga dapat menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di pulau-pulau kecil serta menjadi destinasi utama wisata dunia di tingkat global atau internasional.

“Dengan kebijakan KKP tersebut, kami yakin investasi di pulau kecil tersebut akan terealisasi dengan baik, terutama pengembangan konsep minawisata,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan