Hukum

Masalah Ekstradisi Ganggu Pemberantasan Korupsi

Bandar Seri Begawan – Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, tak kunjung selesainya masalah ekstradisi dengan Singapura berdampak buruk bagi penuntasan korupsi di Indonesia.

“Masalah ekstradisi dipastikan mengganggu pemberantasan korupsi di Indonesia. Ini juga menggangu hubungan kedua negara,” katanya, kepada SP, usai pertemuan bilateral antara Ketua Parlemen Indonesia dan Ketua Parlemen Singapura, di sela-sela The 34th General Assembly ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Jumat (20/9).

Marzuki menyatakan, meski perjanjian ekstradisi ditandatangani 2007, tetapi tidak mendapatkan ratifikasi dari DPR. Sebab, ekstradisi itu dikaitkan dengan defence cooperation agreement.

“Saat itu DPR menolak, banyak sekali wilayah-wilayah untuk latihan bersama dengan Singapura tidak disetujui,” katanya.

Dikatakannya, Indonesia berharap, menjelang ASEAN Community di 2015, perjanjian ektradisi segera dituntaskan.

“Ini terkait banyaknya kasus-kasus korupsi dimana orang Indonesia yang membawa hasil korupsinya ke Singapura. Tentu ini juga akan mengganggu hubungan antara Indonesia dan singapura,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan PM Singapura akhir-akhir ini harus didorong untuk menyelesaikan persoalan ekstradisi. “Sehingga, ASEAN Community di 2015 yang akan datang bisa lebih konkrit dan bermakna,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan