Bisnis

Rupiah masih berlaku di Oecusse

Timor Leste – Mata uang rupiah masih tetap digunakan sebagai alat tukar yang sah dalam aktivitas perdagangan di Oecusse, wilayah kantung (enclave) Timor Leste, selain dolar AS.

“Kita belanja dengan mata uang rupiah di sini (Oecusse, red.) masih tetap diterima, tinggal para pedagang mengonversinya dengan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang rupiah,” kata Wakil Distrik Oecusse Cancio Koa (36) di Oecusse, Sabtu.

Ia mengemukakan hal ini ketika membeli rokok dan roti di warung milik pedagang berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan yang telah memilih menjadi warga negara Timor Leste.

“Bagi warga negara Indonesia yang memilih menjadi warga negara Timor Leste, tidak diterima begitu saja oleh otoritas Timor Leste. Kami diseleksi dan diproses melalui suatu ujian, dalam bentuk tertulis dan wawancara,” ujar seorang perempuan berasal dari Ambon.

Perempuan setengah baya yang bekerja sebagai pembantu di kediaman Wakil Distrik Oecusse itu mengatakan materi yang ditanyakan antara lain menyangkut sejarah Timor Timur dan beberapa hal menyangkut ideologi Timor Leste.

Menurut Cancio, jumlah warga Oecusse saat ini sekitar 65.000 jiwa atau sekitar 432 kepala keluarga, yang sebagian di antaranya berasal dari Indonesia.

“Saya juga berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur tetapi memilih menjadi warga negara Timor Leste, karena saya berada di sini (Oecusse) jauh sebelum Timor Leste merdeka,” katanya.

Ia mengatakan mata uang rupiah masih tetap berlaku di Oecusse, selain karena para pedagangnya dari Indonesia, juga karena hubungan sosial kemasyarakat serta sosial ekonomi umumnya dengan orang Indonesia.

Oecusse, wilayah kantung (enclave) Timor Leste itu diapit oleh tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masing-masing Belu, Timor Tengah Utara, dan Kupang.

“Relasi sosial dan hubungan dagang kami hanya dengan masyarakat dari tiga kabupaten di NTT tersebut, karena Oecusse sangat jauh dari Dili, Ibu Kota Negara Timor Leste,” ujarnya.

Otoritas Timor Leste di Dili yang hendak berkunjung ke Oecusse, harus melintasi wilayah Indonesia, yakni melalui pintu masuk Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu maupun Kefamenanu, Ibu Kota Kabupaten Timor Tengah Utara dengan menempuh jalan darat selama 9-10 jam.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan