Hukum

Pengamat: Mobil BJ Habibie Diserempet “Kapolri”, SBY Diminta Turun Tangan

\

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk mengklarifikasi penyalipan mobil rombongan mantan Presiden RI BJ Habibie Marcedes Benz B 1205 RA oleh mobil Toyota Camry hitam B 1525 EAA, di ruas Tol Cikampek kawasan Bekasi, beberapa waktu lalu.

“Meski Timur Pradopo bukan salah satu penumpang mobil Camry yang menyalip mobil rombongan Habibie, ini juga harus diklarifikasi. Kejadian itu sudah menyangkut ancaman keselamatan terhadap mantan Presiden,” ujar Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat, Minggu (22/9).

Gandi mengatakan, tidak seharusnya seorang mantan Presiden RI diperlakukan tidak baik begitu. Tidak hanya terhadap mantan Kepala Negara, kesewenang – wenangan berkendara saat di jalanan pun tidak boleh diperlihatkan oknum aparat di hadapan masyarakat. Kasus ini bisa berimplikasi buruk buat pemerintahan SBY dan institusi Polri.

“Presiden harus mengambil tindakan tegas terhadap supir maupun penumpang yang ada di mobil Toyota Camry hitam B 1525 EAA tersebut. Persoalah ini harus diselidiki, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak sengaja. Jawaban Polri melalui Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, terkesan menutupi,” katanya.

Menurutnya, tidak sulit untuk mengungkap kebenaran atas penyalipan rombongan mantan Presiden RI tersebut. Kasus ini dapat diselidiki dengan meminta keterangan dari supir maupun ajudan BJ Habibie. Kemudian, keterangan orang bersangkutan dapat dikonfrontir dengan supir mobil Camry itu, apakah penyalipan atas suruhan penumpang mobil Camry atau bukan.

“Sebagai mantan Kepala Negara, BJ Habibie seharusnya dihormati. Tidak baik jika seorang pejabat negara yang masih aktif berbuat sesukanya di tengah masyarakat. Apalagi saat berkendara di jalanan yang belakangan ini banyak sorotan akibat sering kecelakaan. Motif di balik kasus tersebut harus diselidiki,” imbuhnya.

Gandi mengkhawatirkan, Presiden SBY bakal mendapat perlakuan yang tidak wajar jika tidak menjabat lagi. Ini bisa terjadi jika Presiden tidak respon atas penyalipan kendaraan yang membahayakan Habibie. Sebab, tidak sulit untuk mengungkap kebenaran dari laporan tersebut. Rekaman kamera di tol pun dapat memperlihatkan wajah supir yang menyalip mobil rombongan Habibie.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan