Afrika

Mesir Larang Aktivitas Ikhwanul Muslimin


Kairo
– Pengadilan di Mesir melarang Ikhwanul Muslimin melakukan segala aktivitas. Pengadilan juga memerintahkan agar seluruh aset gerakan itu disita.

Pengadilan di Kairo menyatakan, keputusan itu berlaku bagi gerakan Islamis itu, lembaga swadaya masyarakat yang dinaunginya, serta kelompok terkait lainnya.

Pemerintah Mesir yang didukung militer melakukan sejumlah langkah keras terhadap gerakan ini sejak Presiden Mohammed Morsi, yang berasal dari kelompok ini, digulingkan Juli lalu.

Sejak itu, Ikhwanul Muslimin mengorganisasi unjuk rasa menentang pemerintah baru.

Ratusan pendukung Ikhwanul Muslimin tewas dan ribuan lainnya ditahan aparat keamanan termasuk tokoh senior, Mohammed Badie. Mereka ditahan karena dicurigai memicu kerusuhan.

Pihak keamanan Mesir mengatakan, langkah meredam demonstrasi itu sebagai upaya menumpas “terorisme”.

Gerakan berusia 85 tahun itu dilarang oleh pemerintah militer Mesir tahun 1954, namun mendaftarkan diri sebagai LSM yang disebut Asosiasi Ikhwanul Muslimin pada Maret lalu.

Anggota senior Ikhwanul Muslimin, Ibrahim Mounir, menggambarkan ketetapan itu sebagai “keputusan totaliter”. Namun, ia menekankan, kelompok itu tidak akan hilang.

“Gerakan ini tetap akan ada dengan pertolongan Tuhan, bukan dari perintah yudikatif al-Sisi,” kata Mounir kepada TV al-Jazeera Mubashir Misr, mengacu pada panglima angkatan bersenjata Jenderal Abdul Fattah al-Sisi.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan