Bisnis

Lion Air Ajukan Bangun Bandara di Karawang

alt
Jakarta
– Beberapa bulan lalu, perusahaan penerbangan Lion Air Group mengajukan proposal kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Kementerian Perhubungan yang isinya Lion Air Group siap sebagai perusahaan yang bisa membangun bandara internasional yang baru di Kerawang, Jawa Barat.

“Kita siap membangun bandara baru kalau pemerintah percaya. Proposal untuk itu telah kami sampaikan beberapa bulan lalu kepada pemerintah,” kata Direktur Umum Lion Air Group, , kepada pers di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia sebelum terbang ke Jakarta, Selasa (24/9).

Menurut Edward, sudah saatnya Indonesia mempunyai bandara internasional alternatif selain Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya, Bandara Soekarno-Hatta sudah kelebihan kapasitas pesawat baik yang datang maupun pergi. “Sering terjadi delay hampir semua maskapai karena antre mendarat dan antre take off. Selain itu, ruang tinggu di terminal bandara juga penuh sejak,” kata Edward.

Menurut Edward, untuk membangun bandara baru idealnya lahan disediakan oleh pemerintah. Sebab, jika diserahkan kepada swasta prosesnya lama karena pasti banyak pemain tanah atau calo tanah. Dan idealnya, tambah Edward, yang membangun runway bandara serta semua fasilitas dan maintanance (perawatan) penerbangan dilakukan pemerintah, sedangkan untuk gedung bandara dan infrastruktur lainnya dilakukan atau diserahkan kepada swasta.

“Runway dan penerbangan merupakan masalah vital. Kalau diserahkan kepada swasta kalau pihak swasta yang bersangkutan merasa rugi dia bisa bermain-main dengan semua peralatan yang berkaitan dengan berangkat dan datangnya pesawat,” kata dia.

Hal yang lain disoroti Edward adalah soal fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta yang kurang memadai seperti toilet. Lorong tempat pengambilan bagasi terlihat kusam dan kurang penerangan. Ketidaknyamanan juga terjadi saat keluar pintu bandara, ketika puluhan sopir taksi gelap menawarkan jasa. Hal itu terasa sekali bila kita memasuki Terminal 1 Bandara Soetta sebagai terminal untuk beberapa maskapai domestik non-Garuda. Terminal 2 masih lumayan karena menjadi terminal untuk penerbangan internasional dan penerbangan domestik Garuda. Wajah paling modern terlihat pada Terminal 3, yang kini justru dikhususkan bagi maskapai milik Malaysia.

“Coba bandingkan dengan bandara di negara lain di tingkat ASEAN saja, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sangat kurang dan over kapasitas,” kata dia.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan