Polkam

16 Sukhoi TNI AU Siap Dilengkapi Bom dan Rudal


Makassar
– Satu skuadron pesawat tempur Sukhoi yang terdiri dari 16 unit SU-30 MK2 dan SU-27 SKM yang dibeli dari Rusia kini sudah memperkuat udara Indonesia. Skuadron tersebut kini akan disertai dengan pengadaan persenjataan.

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menjelaskan saat ini kelengkapan persejataan sebagian besar sudah datang dan dalam waktu mendatang akan terus dilengkapi.

“Jadi, keberadaan Skadron Udara 11 akan lengkap dengan persenjataan, baik bom maupun rudalnya,” kata Kasau usai penyerahan pesawat Sukhoi SU-30MK2 di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (25/9),

Untuk sementara, persenjataan tersebut masih didatangkan langsung dari Rusia sebagai produsen pembuat pesawat.

Sebagai pesawat tempur canggih, Sukhoi memiliki detterence power yang sangat tinggi untuk memperkuat TNI AU sehingga nilai pertahanan yang didapatkan cukup tinggi.

“Saat ini segala aspeknya sedang kami kaji. Terpenting penggantinya nanti memiliki detterence effect yang tinggi,” ujar Kasau.

Ditegaskan, keberadaan satu Skadron Sukhoi diikuti dengan pelatihan pilot-pilotnya. Untuk melatih pilot pesawat Sukhoi yang handal, Skuadron Udara 11 akan dilengkapi dengan simulator. Sedangkan untuk mengimbangi kemajuan peralatan elektronika yang begitu cepat, Sukhoi akan selalu di up date agar unggul teknologinya.

“Pilot mengoperasikannya sudah cukup. Namun, jika ada pesawat tempur baru, kami juga sedang mempersiapkan pilot-pilotnya,” ucapnya.

Menurut Kasau, hingga 2024 mendatang Indonesia diharapkan sudah memiliki minimal delapan skuadron.

Sebelumnya, pemerintah RI menerima enam pesanan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 dari 16 unit pesanan (SU-30 MK2 dan SU-27 SKM). Keenam pesawat tersebut menjalani perakitan selama satu minggu di Skuadron Teknik 044, Rabu (25/9). Perakitan dilakukan oleh tim teknisi dari Rusia yang dibantu oleh teknisi dari Skuadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan