Umum

Prabowo: Petani Ujung Tombak Ketahanan Pangan Bangsa


Jakarta
– Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto hadir dalam acara panen perdana beras hitam di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/9). Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) disambut dengan antusias oleh ribuan petani dan warga sekitar Jasinga.

Dalam suasana santai, Prabowo menyempatkan diri untuk berbincang dengan petani dan warga. Dia mengatakan, petani adalah ujung tombak ketahanan pangan bangsa. Bangsa yang besar harus dapat menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyatnya.

“Petanilah yang paling berjasa dalam pemenuhan kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo dalam keterangan persnya.

Akan tetapi, menurutnya, kenyataan yang dihadapi bangsa saat ini di bidang pertanian sangat ironis. Pasalnya, pemerintah terus membuka keran impor.

“Sekarang ini seakan kebutuhan pangan nasional tidak mungkin dapat dipenuhi oleh petani Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, dia optimis Indonesia dapat menjadi negara inovasi pertanian nomor satu di dunia.

“Dahulu dunia pernah belajar ke Indonesia. Kita harus bisa lanjutkan kembali keberhasilan yang pernah kita capai,” tegas mantan Danjen Kopassus ini.

Perwakilan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia (STAI), Institut Madani Nusantara (IMN), serta Asosiasi Petani Beras Hitam Se-Jawa Brat dan Banten hadir dalam panen perdana beras hitam. Sementara beras hitam itu sendiri adalah hasil penelitian dari STAI.

Ketua STAI Laa Roiba, Juliana Wahid mengatakan, beras hitam yang oleh masyarakat Indonesia kadang disebut sebagai beras wulung, dikenal punya banyak khasiat.

“STAI menemukan beras hitam memiliki kadar antioksidan berupa antosianin (anthocyanin) yang dapat melawan radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh. STAI juga menemukan beras hitam memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari beras biasa dengan kandungan zat besi vitamin, dan mineral,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan