Hukum

Model Asal Rusia Terancam 5 Tahun Penjara


Jakarta
– Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menjaring seorang model cantik asal Rusia, Lazareva Julia (24), lantaran melanggar izin tinggal di Indonesia.

Julia diduga melakoni pekerjaan di Indonesia dengan izin tinggal kunjungan.

“Kami mengamankan seorang perempuan warga negara Rusia. Ia diamankan, saat akan memperpanjang visa,” ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Anggi Wicaksono, Jumat (27/9).

Saat diperiksa, Anggi mengatakan, model cantik itu memegang izin tinggal kunjungan ke Indonesia. “Namun, setelah ditelusuri ternyata diduga ia merupakan model dan menjalankan aktivitas (pekerjaan) dengan agency AM,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, Julia sudah berada di Indonesia sejak Januari 2013 lalu, dan mengaku tinggal di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. “Kami dapatkan bukti dari internet, ia sedang melakukan kegiatan foto shoot, di Indonesia,” bilangnya.

Menurut Anggi, pihaknya juga sedang menelusuri beberapa agency modeling yang diduga mempekerjakan sejumlah model asing dengan visa kunjungan. “Ada agensi yang mengerjakan empat model asing lain. Namun, masih dalam pencarian,” jelasnya.

Anggi menyampaikan, Imigrasi Jaksel sudah beberapa kali memperingati agency, namun tetap saja ada yang membandel mempekerjakan model dengan visa kunjungan.

“Sering kali agency dan model menggunakan izin tinggal kunjungan, dipakai buat bekerja. Semoga ini menjadi perhatian buat mereka,” tegasnya.

Anggi menuturkan, jika ditemukan bukti-bukti yang kuat, Julia dan agency-nya dapat dijerat Pasal 122 huruf a dan Pasal 122 huruf b UU No.6 tahun 2011, tentang Keimigrasian terkait melakukan kegiatan tidak sesuai dengan maksud dan pemberian izin tinggal.

“Ancaman hukumannya 5 tahun penjara atau denda Rp 500 juta,” tandasnya

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan