Polkam

Harus Kembali Ke Pasal 33 UUD 1945


Semarang
– Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah kian menipisnya sumber daya alam dan mineral.

“Sumber daya dan energi kita menurun, terutama minyak mentah. `Crude oil` kita akan habis 12 tahun lagi,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkannya pada Pertemuan Regional Forum Rektor Indonesia (FRI) se-Jawa Tengah bertema “Kepemimpinan Indonesia Baru Menyongsong Era Asia” di Universitas Diponegoro Semarang.

Prabowo mengungkapkan kian menipisnya SDA dan mineral sudah dirasakan sekarang ini ketika bangsa Indonesia banyak mengandalkan impor yang tentunya akan memengaruhi daya saing bangsa.

Berbagai SDA yang dimiliki Indonesia, kata dia, seperti gas alam, nikel, tembaga, minyak sawit, minyak bumi, dan batubara justru diekspor dalam bentuk mentah yang sebenarnya merugikan.

“Sekarang, penerimaan ekspor gas alam tanpa diolah hanya 3,39–9,49 dollar AS/MMBtu. Padahal, jika diolah dalam bentuk pupuk kemudian diekspor penerimaannya bisa sampai 17,31 dollar AS/MMBtu,” katanya.

Kemudian, kata dia, penerimaan ekspor minyak bumi tanpa diolah hanya 100 dollar AS/barel atau 700 dollar AS/ton, sementara jika sudah diolah menjadi garmen penerimaan bisa 50.000–100.000 dollar AS/ton.

“Banyak lagi hasil bumi kita yang diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa diolah. Kita kehilangan uang yang begitu besar, sementara para elite terkesan diam saja dengan kondisi ini,” katanya.

Tantangan kedua, kata dia, ledakan penduduk yang terjadi setiap tahunnya, kemudian sistem pemerintahan lemah, tidak efisien, korupsi meningkat, serta terakhir struktur ekonomi yang tidak adil.

Prabowo juga menyebutkan potensi kehilangan penerimaan pajak tahun ini yang mencapai 36 miliar dollar AS, kebocoran anggaran APBN senilai 50 miliar dollar AS, dan anggaran negara untuk subsidi 30 miliar dollar AS.

“Kalau ditotal, total potensi kebocoran negara tahun ini mencapai 116 miliar dollar AS,” kata Prabowo di hadapan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Jateng itu.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa ekonomi harus dikembalikan lagi pada haluan semula, yakni berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur rancang bangun ekonomi dengan sistem kekeluargaan.

“`Blue print` ekonomi kita kan berasaskan kekeluargaan. Bukan seperti sekarang ini. Yang besar tambah besar, yang miskin tambah miskin. Rubah haluan, banting setir, kembali ke rancang bangun pendiri bangsa,” kata Prabowo

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan