Hukum

Neta S Pane: Polri Tidak Serius Tangani Labora Sitorus


Jakarta
– Selain dugaan kepemilikan rekening gendut sebesar Rp 1,5 triliun, aliran dana Aiptu Labora Sitorus bakal terungkap setelah adanya penetapan sidang dari Pengadilan Negeri (PN) Sorong, Papua, terhadap Labora yang bakal digelar pada Kamis (3/10).

“Sidang perdana pembacaan dakwaan dilakukan pada Kamis (3/9). Adapun majelis hakim dalam perkara tersebut adalah Martinus Bala, Maria Sitanggang, dan Iriato Tiranda, dengan panitera Darkis,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Minggu (29/9).

Berkas perkara Labora dari Polda Papua telah masuk ke tahap dua yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti pada Rabu (18/9). Labora juga dikenakan perpanjangan masa tahanan selama 20 hari di Rutan Polres Sorong.

Namun demikian, dalam perkara yang membelitnya, Labora tidak dikenakan tuduhan korupsi. Sebab, penyidik dan penuntut umum menjerat Labora dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), illegal loging, dan penimbunan BBM.

Jaksa Agung Basrief Arief ketika disinggung hal tersebut hanya mengatakan, berkas yang diterima jaksa tidak menyatakan dugaan korupsi Labora.

“Kita memang menerima berkas (penyidikan) seperti itu,” kata Jaksa Agung Basrief Arief, di Jakarta, Jumat (20/9).

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menilai, pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Sorong dipaksakan oleh pihak Polda. Sebab, penyidikan perkara Labora belum tuntas karena diyakini adanya keterlibatan perwira tinggi di Mabes Polri.

“Ini menunjukkan Polri tidak bertindak profesional dalam menuntaskan kasus rekening gendut Rp 1,5 triliun itu. Sehingga dikhawatirkan dalam persidangan majelis hakim akan membebaskan Labora Sitorus,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan