Polkam

Pokja 30 : Perampokan Terorganisi di Blok Mahakam

 

Samarinda – Buntut pernyataan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Rusman Ya’qub yang mengatakan bahwa tidak ada yang keliru dan dirugikan dalam perjanjian Blok Mahakam menuai berbagai tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya Direketur Pokja 30, Carolus Tuah. Pria bertubuh tambun ini menuding bahwa Rusman Ya’qub telah kehilangan kreasi politik, “setelah calon yang diusung partainya(Rusman) kalah dalam pertarungan Pilgub 2013, si Rusman kayak orang kehabisan akal” beber Tuah. Tuah menambahkan bahwa DPP PPP harus mengevaluasi Rusman sebagai Ketua DPD PPP Provinsi Kaltim jika tidak menarik pernyataannya.

Tuah menuding telah terjadi perampokan terorganisir atas keuntungan pengelolaan Blok Mahakam. “ketika gas di ekploitasi habis-habisan oleh PT. Yudhistira, seharusnya kita mendapatkan untung yang lebih banyak bahkan harus bisa mendapatkan 1,5 Triliun atau setengah  dari estimasi keuntungan” ujar Tuah.

Pria berkacamata ini menyesalkan keputusan yang diambil pihak Pemprov Kaltim, “sebagai pemilik tanah, Kaltim harusnya mempunyai nilai tawar, masa pebisnis tidak ada naluri proyeksi keuntungan” sesalnya

sekedar informasi Pola bagi hasil yang diteken Gubernur Kaltim dengan PT Yudhistira Bumi Energi dalam pengelolaan Blok Mahakam  yakni  Kaltim 25 persen dan Yudhistira 75 persen dari hak saham participant interest (PI) 10 persen yang akan diterima Kaltim,

 

Dengan pola itu, maka jatah saham PI 10 persen yang diperoleh Kaltim pasca tahun 2017, secara rill sebenarnya hanya 2,5 persen. Sebagian besar hak Kaltim di Blok Mahakam atau 7,5 persen bakal lebih banyak dinikmati oleh Yudhistira (Rp. 2, 25 Triliun), selaku penyandang dana. Dan dari 2,5 persen hak Kaltim, PT. MMP (BUMD Kaltim) mendapatkan 1 persen (Rp. 300 milyar), dan Pemkab Kukar (Tunggang Parangan) dapat 1,5 persen )(Rp.450 Milyar). 

 

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan