Makro

“Bilateral Swaps” Alternatif Kedua Jaga Cadangan Devisa


Jakarta
– Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan mengatakan agar cadangan devisa negara tidak semakin menipis maka pemerintah harus mencari alternatif lain untuk menjaga cadangan devisa, salah satu alternatif tersebut adalah menyepakati rencana bilateral swaps dari Korea Selatan.

Menurut dia selain Chiang Mai Initiative pemerintah juga harus membutuhkan jaminan kedua yaitu bilateral swaps. Ia menjelaskan sampai pertengahan Oktober permintaan terhadap dolar semakin tinggi sehingga membuat nilai tukar rupiah terus melemah, jika nilai tukar rupiah melemah maka akan mempengaruhi cadangan devisa.

Anton menjelaskan bilateral swaps berfungsi sebagai jaminan kedua yang dipunyai pemerintah untuk berjaga jaga apabila cadangan devisa semakin menipis akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Menurutnya pemerintah harus segera mempertimbangkan rencana billateral swaps tersebut dan merealisasikannya.

Bilateral swaps adalah second line untuk menjaga devisa, yang pertama sudah ada Chiang Mai Initiative,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta baru baru ini.

Dia mengatakan bilateral swaps merupakan suatu fasilitas yang bisa digunakan pemerintah dalam keadaan darurat dan fasilitas ini harus segera digunakan pemerintah.

Menurut Anton, selain mempertimbangkan rencana bilateral swaps pemerintah juga harus menjaga pasar valuta asing agar lebih stabil jika pasar valuta asing stabil maka likuiditas akan terjaga.

Anton mengatakan premi dari bilateral swaps cukup rendah. Menurutnya bilateral swaps adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan pemerintah.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan