Asia

Wilfrida Harus Bisa Dilepaskan


Malaysia
– Hakim Pengadilan Malaysia menunda vonis Wilfrida Soik, TKI asal NTT yang terancam hukuman mati.

Melihat hasil persidangan tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ikut mendampingi menyambut baik keputusan. Prabowo menganggap, dengan ditundanya putusan vonis mati, maka masih ada kesempatan bagi gadis belia tersebut untuk bebas dari hukuman gantung.

“Saya terimakasih kepada pengadilan Malaysia yang akomodatif dan membantu jalannya persidangan,” kata Prabowo yang memantau langsung jalannya persidangan, Senin (30/9).

Prabowo berharap, tim kuasa hukum yang ditunjuknya dapat segera membebaskan gadis berusia 17 tahun itu dari ancaman mati.

“Targetnya kami ingin kalau bisa dilepas dan dibebaskan, karena ada kondisi-kondisi yang meringankan,” tegasnya.

Lebih jauh, mantan Danjen Kopassus itu juga menjelaskan maksud kedatangannya di persidangan Wilfrida. Ditegaskan, kedatangannya semata-mata untuk memberikan dukungan moril kepada Wilfrida yang berasal dari keluarga miskin.

“Saya datang untuk memberi dukungan moril karena ini ada anak Indonesia keluarga miskin yang datang dari jauh jadi butuh dukungan itu,” ujarnya.

Prabowo berharap kedepannya nanti mudah-mudahan ada bantuan lebih dari pemerintah Indonesia dan NGO-NGO yang memberi bantuan terhadap para TKI yang bermasalah hukum di luar negeri.

Dalam sidang yang digelar di pengadilan Kota Bharu, Kelantan, Senin (30/9), Wilfrida didampingi tiga orang pengacara. Masing-masing Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah dan Tania Scivetti yang ditunjuk oleh Prabowo dan satu ditunjuk oleh Kedutaan Besar RI untuk Malaysia yaitu Raftfidzi.

Persidangan dimulai pukul 11.10 waktu setempat. Persidangan itu sendiri dipimpin hakim tunggal, Ahmad Zaidi.

Begitu persidangan dibuka, hakim mempersilakan tim pengacara membacakan pembelaan. Shafee Abdullah, yang telah ditunjuk sebagai ketua tim pembela pun menyampaikan pembelaannya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan