Hukum

Akil Mochtar Diminta Dihukum Berat


Jakarta
– Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut diberikan apresiasi. Bahkan, tersangka suap dalam kasus sengketa pemilihan kepala daerah tersebut, sangat pantas untuk dihukum seberat-beratnya.

“Hukuman berat sangat pantas diberikan kepada Akil Mochtar. Ini perlu diberikan supaya membawa efek jera penegak hukum lainnya,” ujar Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/10) malam.

Gandi mengatakan, penangkapan terhadap Ketua MK tersebut membawa dampak buruk dalam demokrasi. Masyarakat semakin pesimistis akan sistem keadilan. Negara pun sulit untuk mengembalikan kepercayaan publik tersebut. Sebab, tidak sedikit contoh buruk yang sudah terjadi.

“Kita memberikan apresiasi yang kepada lembaga antikorupsi yang membongkar kebobrokan lembaga negara. Diharapkan, KPK juga berani menyentuh institusi lain. Ini perlu dilakukan supaya lembaga antikorupsi tidak dituduh bertindak atas kepentingan politik,” katanya.

Ditambahkan, sikap pesimistis masyarakat atas lembaga negara, bisa berdampak buruk atas kebebasan berdemokrasi. Selain itu, masyarakat mudah terprovokasi dari pihak yang menginginkan situasi tidak kondusif. Negara pun mempunyai tugas yang berat untuk memperbaiki keadaan.

“Semua ini tergantung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan, ini momentum buat SBY untuk mengembalikan kepercayaan publik, setahun sebelum masa kekuasaan berakhir. Lebih baik Presiden memilih kepala lembaga negara atas keinginan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pola pemilihan dan penunjukan kepala lembaga maupun institusi negara, diduga lebih terkoptasi kepentingan politis. Akil Mochtar, misalnya, salah satu mantan kader partai. Begitu juga penunjukan pimpinan institusi lainnya, terkesan mengutamakan kepentingan politik.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan