Hukum

Corby Tidak Layak Bebas Bersyarat


Jakarta
– Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Aboebakar Al-Habsyi menyatakan dirinya menyesalkan rekomendasi persetujuan pembebasan bersyarat (PB) untuk “Ratu Ganja” asal Australia, Corby, yang dikeluarkan Kanwil Kemenkumham Bali.

“Hal ini menunjukkan tidak adanya kepekaan terhadap bahaya narkoba yang tiap harinya membunuh 50 orang,” tegas Aboebakar di Jakarta, Jumat (4/10).

Menurut dia, seharusnya Kemkumham konsisten dengan PP No 99 Tahun 2012 yang melakukan pengetatan atas fasilitas untuk warga binaan tindak pidana serius dan berdampak luas, termasuk narkoba. Apalagi selama ini “Ratu Marijuana” itu tidak pernah kooperatif dengan aparat penegak hukum, apalagi menjadi justice collaborator.

Sejak awal, jelasnya, Corby tidak mau mengakui kepemilikan narkobanya dan juga emoh membongkar jaringan narkoba transnasional.

Padahal menurut pasal 43 ayat 1 huruf d pada PP 99 mensyaratkan bahwa seorang yang akan mendapatkan pembebasan bersyarat harus mengakui kesalahan, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas tindak pidana yang diperbuat.

Syarat lain di pasal 43 ayat 1 huruf a adalah bersedia memembantu penegak hukum untuk membongkar tindak pidana yang dilakukan.

“Yang artinya untuk mendapatkan pembebasan bersyarat Corby haruslah mengakui kesalahannya dan mau menjadi Justice Collaborator,” kata dia.

“Dan selama ini kita tidak melihat pemenuhan dua syarat tersebut.”

Diketahui Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Kanwil Kemenkumham Bali sudah memutuskan memberi rekomendasi persetujuan PB untuk terpidana 20 tahun bui dalam kasus narkoba asal Australia Schapelle Leigh Corby.

Dengan begitu, tidak tertutup kemungkinan Corby akan bebas dalam bulan Oktober ini. Hasil rekomendasi persetujuan itu diperoleh setelah Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali menggelar sidang.

Selanjutnya, rekomendasi akan segera dikirimkan ke Kemenkumham Pusat untuk diputuskan dalam waktu 12 hari.

Dalam rekomendasinya, tim TPP menyetujui usulan pembebasan bersyarat untuk wanita penyelundup 4,1 kilogram mariyuana dari Bali ke Australia. Dalam sidang TPP untuk Corby digelar berbarengan usulan pembebasan bersyarat 19 napi lainnya.

Beberapa pertimbangan rekomendasi persetujuan diberikan kepada Corby, diantaranya menyebutkan si Ratu Mariyuana itu berkelakuan baik dan telah menjalankan 2/3 masa pidana.

Dia juga tidak lagi terdaftar dalam register F atau napi yang melakukan berbagai pelanggaran. Berkas usulan pembebasan bersyarat Corby sudah dikirim ke Dirjen Pemasyarakatan secara online agar segera diverifikasi

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan