Amerika

Terobos Barikade, Perempuan Ditembak Mati


Washington DC
– Kepolisian Amerika Serikat (AS) menembak mati seorang perempuan setelah berusaha menerobos barikade di Gedung Putih dan dikejar aparat kepolisian di dekat Gedung Parlemen AS, Capitol Hill, Kamis (3/10) waktu setempat atau Jumat (4/10) WIB. Perempuan itu mengendarai mobil dengan sangat kencang dan berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.

Kepala polisi Washington, Cathy Lanier mengatakan kepada wartawan bahwa tersangka telah dinyatakan meninggal. Pihak kepolisian menolak untuk membahas motif pengendara menerobos barikade Gedung Putih. Kepala polisi Capitol Kim Dine mengatakan insiden itu tampaknya tidak terkait terorisme.

Perempuan itu mengendarai mobil sport hitam bersama dengan seorang balita perempuan berusia satu tahun. Polisi sempat menembak mobil itu di dua lokasi untuk mencoba menghentikan kendaraannya.

“Anak itu diperkirakan sekitar satu tahun, dalam kondisi sehat, dan dalam perlindungan,” kata Lanier.

Seorang polisi terluka dalam aksi pengejaran, tapi kini dalam keadaan stabil. Korban penembakan sudah dibawa masuk ke helikopter polisi di luar gedung Capitol.

Juru bicara Dinas Rahasia Brian Leary mengatakan sang pengendara adalah perempuan dewasa berkulit hitam. Namun identitasnya masih dirahasiakan. Para pejabat kepolisian mengatakan pengejaran dimulai di lingkaran luar penjagaan keamanan Gedung Putih. Di sana mobil tersangka menghantam penghalang dan menabrak seorang petugas Dinas Rahasia tidak berseragam. Tidak ada penembakan di Gedung Putih, tapi aparat keamanan melakukan pengejaran hingga mendekati gedung Parlemen.

Mobil kemudian diadang oleh mobil-mobil polisi dan petugas kepolisian bersenjata. Mobil lalu menghantam barikade sampai akhirnya tembakan dilakukan. Para senator yang berlindung di Gedung Parlemen mengatakan mereka mendengar enam kali tembakan.

Ditutup
Kamis siang, kawasan Parlemen AS langsung ditutup dan kebijakan “lockdown” atau larangan keluar diberlakukan. Dalam pemberitahuan yang dikirim melalui email, polisi Capitol menyarankan semua anggota parlemen untuk menutup, mengunci dan tinggal jauh dari pintu dan jendela yang terhubung dengan luar gedung.

Senat sempat menghentikan kegiatan, dan para pegawai terlihat berlindung di belakang pohon-pohon atau kendaraan. Setengah jam setelah insiden itu kebijakan keamanan “lockdown” dicabut, dan Dinas Rahasia mengungsikan semua orang.

“Di Gedung Putih dan Capitol lingkaran keamanan bekerja. Mereka melakukan apa yang mereka harus lakukan. Mereka menghentikan seorang tersangka melanggar lingkaran keamanan dalam sebuah kendaraan di kedua lokasi,” ucap Lanier.

Para pejabat mengatakan Presiden AS Barack Obama berada di dalam Gedung Putih ketika insiden terjadi dan telah diberi laporan tentang hal itu. Gedung Putih juga sempat “lockdown” sebentar dengan para agen Dinas Rahasia dikerahkan di sekitar gedung. Insiden ini terjadi pada saat Pemerintah AS menghentikan sebagian operasi pelayanan mereka yang dimulai 1 Oktober karena para anggota parlemen AS tidak mencapai kesepakatan tentang RUU anggaran.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan