Hukum

Pengurus Pusat Pemuda Katolik : MK Tercemar 9 Hakim Harus Diberhentikan


Jakarta
– Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan berita duka nasional bagi penegakan hukum Indonesia. Akil yang tertangkap tangan bersama anggota DPR dari Fraksi Golkar Chairun Nisa dan seorang pengusaha Cornelis di kediamannya di kompleks Widya Candra III No. 7 Jakarta pada Rabu (2/10) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK untuk kasus suap terkait penyelesaian dua sengketa pemilukada yakni pemilukada Gunung Mas Kalimantan Tengah dan Pemilukada Lebak Banten.

Terkait hal ini Pengurus Pusat Pemuda Katolik angkat bicara dalam konferensi persnya dalam tema ‘Mahkamah Konstitusi Tercemar, 9 Hakim Konstitusi Harus Diberhentikan.

Pemuda katolik meyakini bahwa keputusan yang diambil di MK bersifata kolektif-kolegial. Ketika Ketua MK terjerat kasus suap dalam sengketa Pilkada, Pemuda Katolik meyakini bahwa suasana kebatinan seluruh hakim konstitusi lain di mK menjadi kurang kondusif dan publik akan terus mencurigai akan keterlibatan dalam kasus tersebut.

“Ibarat dalam permainan catur, ketika raja sudah mati maka yang lain tidak ada artinya lagi,” ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa saat jumpa pers di Galery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat. Sabtu (5/10/2013).

Agustinus juga menambahkan agar MK sungguh-sungguh bersih maka 9 hakim konstitusi di MK harus diberhentikan. Dan pemerintah khususnya lembaga terkait harus melakukan seleksi terbuka dan transparan untuk hakim konstitusi lainnya. Kasus suap yang terkait sengketa Pilkada Gunung Mas dan Lebak merupakan sejumlah kasus Akil Mochtar yang terkuak. Selama menjabat sebagai Ketua MK ,Akil mochtar membuat sejumlah putusan. Selain itu Akil juga sedang dan akan menangani dan memproses sejumlah sengketa Pilkada. Terkait hal ini, Pemuda Katolik mendesak agar putusan Akil selama menjabat sebagai Ketua MK ditangguhkan dan diaudit sehingga putusan tersebut bisa dipastikan bersih dan jujur.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan