Hukum

Pelajar Boedoet Siram Air Keras, BermotifDendam


Jakarta
– Polisi telah menangkap Ridwan Nur, pelaku penyiraman air keras di dalam Bus 213 Jurusan Kampung Melayu-Grogol, di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Latar belakang pelaku melakukan aksi nekat itu, lantaran balas dendam.

“Motifnya karena dendam,” ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto,  Minggu (6/10).

Dikatakan Rikwanto, berdasarkan keterangan, pelajar STM Negeri 1 Budi Utomo alias STM Boedoet itu pernah juga disiram air keras, sekitar 6 bulan lalu.

“Kurang lebih 6 bulan lalu pernah disiram juga dan rambutnya ada yang botak di kepala,” ungkapnya.

Menurut Rikwanto, pelaku melakukan penyiraman, ketika bus itu berhenti di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat (4/10). sekitar pukul 06.00.

“Ketika bus berhenti, pelaku naik ke dalam bus, langsung menyiramkan air keras, dan kemudian lari,” paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 tentang Penganiayaan. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, 13 penumpang Bus 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol dengan nomor polisi B 7768 NP, mengalami luka-luka akibat disiram air keras yang dilakukan Ridwan Nur.

Pasca terpapar air keras, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Premiere Jatinegara, Jakarta Timur. Korban antara lain, Tio Alparagi, Fahrianto Ali, Tegar Didik Lesmana, dan Ahmadi Rosadi. Keempatnya pelajar SMK 34 Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Selain menyasar korban pelajar, sembilan penumpang umum juga mengalami luka-luka. Mereka adalah, Beta Vergin Silalahi, Galuh Pratiwi Andriani, Dra. RA.Candramaya, Veronika Simanjuntak, Srikurniati, Retna Permata Sari, Dwi Nurcahyaningsari S, Andra Cristy, dan Yodie Adisti Gracia.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan