Makro

SBY : APEC berada dalam posisi ideal untuk membantu memperbaik ekonomi global,


Jakarta
– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan emerging economies memerlukan momentum yang pas untuk mendorong pertumbuhan.

Krisis ekonomi yang dihadapi negara-negara maju dan kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) menyebabkan terjadinya pembengkakan defisit perdagangan serta depresiasi nilai tukar mata uang.

“Emerging economies APEC memerlukan momentum lebih lanjut untuk menciptakan pertumbuhan. Anggota APEC adalah sumber daya penting bagi pertumbuhan global,” kata Presiden SBY saat menyampaikan pidato kunci pada APEC CEO Summit 2013 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10).

Presiden SBY mengatakan, berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF), pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota APEC adalah sebesar 6,3 persen dan pada 2014 akan menembus angka 6,6 persen.

Negara-negara anggota APEC terdiri atas Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam.

“Pertumbuhan ini dua kali lipat dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi global,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini negara-negara APEC berkontribusi sekitar 54 persen dari globaldomestic product dan 44 persen perdagangan global.

“Di Kawasan Asia Pasifik saja, perdagangan tumbuh tujuh kali lipat sejak tahun 1989, hingga mencapai US$ 11 triliun pada 2011,” katanya.

Disebutkan, dalam 25 tahun terakhir, terjadi penurunan tarif rata-rata 70 persen. Sementara itu, biaya untuk melakukan bisnis di perbatasan antarnegara turun signifikan hingga menghemat US$ 25 triliun.

“APEC berada dalam posisi ideal untuk membantu memperbaik ekonomi global,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan