Umum

DPP GPN : Sutarman Tidak Layak Pimpin Kepolisian


Jakarta
– Dewan Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Nusantara (DPP GPN) mengajak masyarakat untuk tidak terbuai dan terlena dengan nyayian nyayian elit di Komisi III terkait soal pencalonan Komjen Sutarman menjadi calon tunggal menjadi Kapolri.

“Ibarat lagu kor sontak partai partai koalisi maupun oposisi menyambut dengan tangan terbuka, hampir semua partai setuju seperti pernyataan pernyataan kadernnya dikomisi III,” demikian isi rilis yang dikirim ke redaksi

Menurutnya, rekam jejak sutarman baik selama menjabat Kapolda maupun Kabareskrim dinilai tidak menunjukan prestasi yang istimewa malah cenderung menunjukan catatan hitam.

Ia menyebutkan beberapa catatan hitam Komjen Sutarman yakni, pertama, Komjen Sutarman berdiri paling depan membela Irjen Joko Santoso Koorlantas Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM, kasus korupsi besar diusut KPK yang aliran dana nya terindikasi menyentuh level bintang 3 bahkan 4.

“Komitmen pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap KPK dipertanyakan,” terangnya.

Kedua, lanjutnya, kasus korupsi besar ditangani kabareskrim yang merugikan Negara ratusan milyar rupiah yang melibatkan tokoh besar seperti korupsi Alat Kesehatan yang melibatkan Siti Fadilah Supari, mantan Menkes.

Berikutnya, masih kata dia, penanganan korupsi tender plat nomor kendaraan bermotor triliunan rupiah di Koorlantas tak jelas dan menolak ditangani KPK. .

“Keempat, kasus surat palsu Andi Nurpati di Mahkamah Konstitusi yang dilaporkan tokoh sekaliber Ketua MK waktu itu Mahfudz MD dengan bukti sangat jelas dicuekin,” cetus dia.

Ia pun menegaskan dengan rekam jejak seperti ini maka pihaknya memandang pengajuaan Komjen sutarman adalah hanya untuk melindungi orang orang bermasalah dipusat kekuasaan, pengamanan kepentingan rezim di pemilu 2004 dan melindungi kasus korupsi besar di kepolisian.

“Kami dengan tegas menolak pencalonan Komjen Sutarman sebagai Kapolri dan akan melakukan penggalangan bersama elemen masyarakat pro demokrasi dan pemberantasan korupsi untuk menyampaikan secara terbuka ke komisi III DPR RI untuk mengembalikan nama sutarman ke Presiden,” tukasnya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan