Umum

Penggiat Anti Korupsi : Zona Integritas Hanya Basa-Basi Politik


Samarinda
– “sebagai komitmen dalam menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa, dalam waktu dekat Kaltim akan segera membangun zona integritas”, hal tersebut dilontarkan Gubernur Kalim, H Awang Faroek Ishak ketika disambangi beberapa awak media Kaltim diruang kerjanya beberapa waktu lalu (3/10), dirinya bertekad menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik serta berharap Provinsi Kaltim mendapatkan penilaian WTP dari BPK RI. selain itu, dengan bangga, Awang membeberkan bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Provinsi Kaltim merupakan yang terbaik se Indonesia.

namun rencana pendirian zona integritas bebas korupsi tersebut di tanggapi pesimis oleh berbagai kalangan penggiat anti korupsi di Kaltim. Pokja 30 yang selama ini terkenal sebagai gerakan yang gigih membuka “aib” kasus korupsi yang ada di Provinsi Kaltim menantang rencana tersebut. “saya menantang Awang jika dia benar-benar komitmen memberantas korupsi” ujar Direktur Pokja 30, Carolus Tuah.  

Tuah membeberkan bahwa dirinya pada tahun 2008 pernah tergabung dalam tim Kormonev Provinsi Kaltim yang didirikan Awang, namun tim tersebut dirasakan Tuah tidak bekerja efektif menjalankan tugas dalam hal monitoring dan evaluasi anggaran Provinsi Kaltim. “rencana zona bebas korupsi merupakan basa-basi dan politik pencitraan Awang” tegas Tuah.

Pria berbadan subur ini mempersilahkan masyarakat menilai sendiri visi anti korupsi yang direncanakan Awang. “sungguh ironi ketika dia (Awang) lupa bahwa pernah menjadi tersangka selama 3 tahun sebelum keluar SP3”, beber Tuah. sekedar menyegarkan ingatan, Awang Faroek pernah menjadi tersangka dalam  kasus Divestasi Saham PT Kaltim Prima Coal.

Tuah yakin rencana pendirian zona bebas korupsi tidak akan bekerja seperti Tim Kormonev bentukan Awang Faroek sebelumnya.

senada dengan Direktur Pokja 30, Ketua Bidang Hukum, Indonesian Coruption Watch (ICW) Emerson Yunto merasa pesimis dengan rencana Awang tersebut. Emerson menilai bahwa rencana tersebut hanya sekedar wacana dan upaya pencitraan, Emerson beralasan bahwa Zona integritas semestinya digagas oleh orang-orang yang memiliki integritas. Pria berkacamata ini menganggap bahwa Awang Faroek tidak memilik integritas karena pernah menjadi tersangka dalam kasus divestasi saham PT. KPC selama 3 tahun, “jika penggagas nya saja tidak memiliki integritas, bagaimana mungkin orang mensukseskan zona integritas”pungkas Emersson

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan