Makro

BI Rate Akan Naik Sekali Lagi


Jakarta
– Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk, Winang Boedoyo memperkirakan, Bank Indonesia (BI) masih akan menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sekali lagi, sebelum akhir tahun. Kenaikan tersebut diperkirakan sekitar 25 basis points (bps).

“Jadi mentoknya sekitar 7,5%, kalau naik 25 bps. Ini bukan untuk mengatasi atau menjaga inflasi, melainkan lebih untuk menjaga rupiah. Kondisi rupiah masih akan stabil, tapi BI rate bisa menjadi alat untuk membuatnya lebih stabil lagi,” kata Winang, seusai acara CIMB Niaga Economic Outlook 2014, di Jakarta, Kamis (10/10).

Kendati demikian, Winang memperkirakan, tingkat inflasi pada November-Desember 2013 masih bisa naik kembali, sehingga harus tetap berjaga-jaga. Namun, jika kondisi inflasinya dapat dijaga seperti saat ini, menurutnya bukan tidak mungkin BI rate akan ditahan tetap hingga akhir tahun.

“Bisa juga diturunkan pada semester II-2014,” imbuh Winang.

Winang menjelaskan, inflasi inti (core inflation) merupakan komponen yang penting untuk dicermati, karena terus meningkat sekitar 3-4 bulan belakangan. Jika inflasi inti menembus 5%, kondisi tersebut menurutnya dapat menjadi tanda bahwa BI akan menaikkan BI rate.

“Cara untuk meredam gejolak rupiah, memang paling tepat yaitu dengan menaikkan suku bunga. Itu juga akan dilihat volatilitasnya,” pungkas Winang.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan