Makro

Pemerintah Diminta Fokus pada Perluasan Pelabuhan Tanjung Priok


Jakarta
– Keputusan bersama para Menteri APEC 2013 tentang penguatan konektivitas rantai pasokan barang dan jasa dinilai sangat tepat untuk kondisi saat ini. Sementara itu, Indonesia sendiri membutuhkan konektivitas untuk menggerakkan perekonomian daerah, menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya, begitu juga di antara propinsi-propinsi seluruh Indonesia.

Di sisi lain, karena Asean Economic Community 2015 sudah tinggal 2 tahun lagi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap konektivitas Indonesia berbasis maritim base bisa menunjang sea short shipping (pelayaran jarak dekat).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur, dalam siaran persnya, Kamis (10/10), memaparkan, sarana penunjang untuk konsep sea short shipping itu mulai dari sarana pelabuhan sampai ke angkutan kapal laut 3500 DWT. “Kapal laut 3500 DWT digunakan melayari jarak pendek untuk mengangkut pangan, migas, dan komoditas ekspor ke pelabuhan besar sebagai pelabuhan pengumpul yang sudah siap seperti Pelindo 4, Pelindo 2 dan Pelindo 1,” ungkap Natsir.

Pihaknya meminta kepada pemerintah agar dalam waktu 2 tahun antara pemerintah, swasta dan BUMN dapat menerapkan program konektivitas yang sudah diprogramkan dengan cepat. Diantara sekian program percepatan tersebut, Kadin meminta agar perluasan pelabuhan Tanjung Priok dan Makassar dapat diprioritaskan. “Kita fokus tanjung priok dulu lah, karena sudah mendesak digunakan. Pelabuhan Cilamaya yang masih wacana sebaiknya diprogramkan setelah Tanjung Priok selesai,” ujar dia.

Natsir menambahkan, Kementerian Perhubungan juga perlu memberikan insentif regulasi yang dapat memudahkan kapal laut 3500 DWT untuk melayari sea short shipping, sementara itu Kementerian Perindustrian pun perlu memberikan insentif sarana kapal lautnya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan